
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menekan harga cabai rawit merah yang masih tinggi di sejumlah pasar di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan ongkos distribusi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga cabai rawit, terutama untuk pasokan dari Sulawesi ke Jakarta.
“Dari Sulawesi ke Jakarta ongkos distribusinya sekitar Rp10.000 per kilogram, ini yang akan kita carikan solusinya melalui FDP,” kata Ketut usai inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan pangan di sejumlah pasar tradisional, Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan melalui skema FDP, pemerintah dapat mengoreksi harga cabai rawit merah di tingkat pasar induk sekitar Rp5.000 per kilogram (kg) hingga Rp10.000 per kg, sehingga berdampak pada penurunan harga di tingkat eceran.
Ketut menyebutkan sumber pasokan cabai rawit untuk pelaksanaan FDP akan diutamakan dari sentra produksi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk wilayah Enrekang dan Bulukumba.
Menurut dia, pelaksanaan FDP pada tahun sebelumnya telah dilakukan untuk menekan harga cabai, dan penyesuaian harga di pasar induk diikuti oleh pergerakan harga di pasar tradisional.
“Kita ini tidak hanya sekali, tahun lalu juga kita lakukan FDP. Sehingga kita tidak kaget,” ujar Ketut.\
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
