
Wamen PU: Koridor jalan nasional Aceh dan Sumbar telah fungsional

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan koridor jalan nasional di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) telah fungsional pascabencana Sumatera.
"Kami juga sampaikan info untuk penanganan bencana Provinsi Aceh dengan rincian koridor Lintas Timur Aceh ini telah fungsional seluruhnya untuk kendaraan roda dua dan empat," ujar Diana dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat antara Pemerintah dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.
Dia juga menambahkan, pembatasan ini juga diberlakukan pada jembatan Bailey Karang Tikem dan maksimal beban sumbu 30 ton dan jembatan Bailey Awe Geutah/Teupin Reudeup yang berada pada jalan alternatif (jalan kabupaten) dengan beban sumbu maksimal 10 ton.
Kemudian koridor Lintas Barat Aceh telah fungsional seluruhnya tidak ada permasalahan. Lintas Tengah Aceh juga sudah fungsional seluruhnya untuk kendaraan roda dua, roda empat dengan beban sumbu maksimal 10 ton.
Lalu koridor lintas penghubung juga sudah fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat dengan beban sumbu maksimal 10 ton.
Untuk penanganan bencana Sumatera Barat pasca-Nataru, seluruh koridor jalan nasional yang terdampak bencana Sumatera yakni 16 ruas jalan sudah fungsional, dan dua ruas jalan dalam kondisi fungsional terbatas yakni kawasan Lembah Anai yaitu ruas jalan batas Kota Padang Panjang - Sicincin dan ruas jalan Sutan Syahrir Kota Padang Panjang.
"Kami juga izinkan untuk menginfokan update penanganan bencana Sumatera Utara pasca Nataru. Di seluruh koridor jalan nasional yang terdampak bencana ini masih ada satu segmen yang masih putus yaitu Simpang Rampa-Sibolga via Batu Lubang," kata Diana.
Kemudian juga akses menuju Kota Sibolga, lanjutnya, bisa memanfaatkan koridor jalan nasional yang lain atau jalan alternatif.
Pewarta: Aji Cakti
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
