Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman fokuskan pemeliharaan kawasan wisata pada 2026

Minggu, 1 Februari 2026 06:16 WIB
Image Print
Seorang wisatawan sedang berjalan di Jembatan Gandoriah atau Gandoriah Bridge di kawasan objek wisata Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumbar. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memfokuskan pemeliharaan sejumlah infrastruktur penunjang di kawasan wisata di daerah itu pada 2026 agar tetap terlihat bagus meskipun tidak dilakukan pembangunan fisik akibat keterbatasan anggaran.

"Kami berupaya meskipun di tengah keterbatasan anggaran objek wisata di Pariaman harus tetap terlihat bagus dan terawat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan pemeliharaan yang dilakukan di antaranya dengan melakukan pengecatan ulang serta mengoperasikan kembali air mancur di Talao Pauah sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan.

Ia menyampaikan setidaknya besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan itu mencapai puluhan juta rupiah. Diharapkan pemeliharaan yang dilakukan dapat menambah pesona wisata di sejumlah objek wisata di Pariaman.

Untuk infrastruktur milik organisasi perangkat daerah lainnya yang berada di kawasan wisata salah satunya Jembatan Gandoriah atau Gandoriah Bridge, lanjutnya maka pihaknya menjalin koordinasi agar dilakukan perbaikan atau pemeliharaan.

"Kami telah komunikasikan dengan Dinas PUPR (Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat) untuk diperbaiki tahun ini," ujarnya.

Untuk diketahui, besi pagar di sejumlah bagian di jembatan tersebut hilang yang diduga dicuri oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab.

Ia menambahkan upaya pemeliharaan di tengah keterbatasan anggaran yang akan dilakukan Pemkot Pariaman agar wisatawan nyaman berwisata ke daerah itu sehingga target kunjungan pada 2026 dapat tercapai. daerah itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang pada 2026 yang angka itu relatif sama dengan realisasi kunjungan pada tahun 2025.

"Kami menargetkan untuk tahun 2026 di angka 1,4 juta kunjungan. Angka ini memang tidak jauh berbeda dari capaian tahun 2025 yang juga sekitar 1,4 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman.

Menurutnya target tersebut realistis karena didasari oleh analisis terhadap aksesibilitas menuju daerah tersebut. Pemkot Pariaman memperkirakan arus kunjungan wisatawan ke daerah masih akan terkendala oleh belum pulihnya akses transportasi utama di provinsi tersebut akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026