Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat: Tokoh Muda Lebih Cocok Menjadi Wapres

Rabu, 11 Desember 2013 09:14 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Pengamat politik pemerintahan dari FISIP Universitas Andalas (Unand) Padang Asrinaldi menilai tokoh muda nasional yang aktif pada perpolitikan saat ini lebih cocok menjadi wakil presiden ketimbang presiden. "Para tokoh muda ini memiliki potensi kemampuan praktis dan pengetahuan yang mumpuni, namun masih minim pengalaman menjadi wapres akan membantu pengembangan dirinya dalam bidang birokrasi," katanya di Padang, Rabu. Selain itu, tokoh muda ini ditunjang dengan fisik serta semangat nasionalisme tinggi untuk memperbaiki kondisi bangsanya. Namun demikian, para tokoh muda ini belum cocok menjadi pemimpin nomor satu di Indonesia. Kecuali tokoh muda tersebut telah memiliki bukti kerja yang nyata dan populer di mata masyarakat. Asrinaldi memaparkan, beberapa tokoh muda yang memiliki potensi untuk menjadi capres atau cawapres antara lain Jokowi, Hidayat Nur Wahid, Sri Mulyani, dan Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, Jokowi menempati peringkat pertama dalam kandidat menjadi capres ataupun cawapres saat ini. Prestasi sebagai wali kota surakarta beberapa tahun lalu, serta kesuksesan dalam membenahi ibukota merupakan modal Jokowi untuk menjadi pemimpin Indonesia yang baru. Ditambah lagi dengan tingginya popularitas dia dengan "blusukannya" di tengah masyarakat. Bahkan dalam berbagai persepsi masyarakat, Jokowi dijadikan calon tunggal yang akan menang jika nantinya ikut dalam pemilihan Capres dan Cawapres. Sementara itu jika dibanding Jokowi, Hidayat Nur wahid dan Sri Mulyani tidak sepopuler Jokowi. Meski demikian, keinginan kedua tokoh untuk membelan bangsa dan negaranya dalam setiap tugasnya menjadi modal utama untuk menang dalam pemilihan. Selain itu pengalaman keduanya yang terbilang mumpuni dalam bidang pemerintahan menjadi pertimbangan untuk menang. Lebih lanjut kata Asrinaldi, Selain keempat tokoh tersebut masih ada Yusril Ihza Mahendra, Anis Matta, atau Anies baswedan. Namun begitu sikap kontroversial Yusril, dan Minim pengalaman birokrasi dari Anis Matta maupun Anies baswedan, menjadikan ketiganya lebih cocok untuk menjadi penasihat atau guru bangsa. Lebih dari itu lolosnya dan menangnya tokoh muda nasional ini dalam pemilihan nanti tetap akan ditentukan oleh rakyat, ujarnya. ** (**/den)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026