
Hutama Karya Infrastruktur masih fokus buka akses lokasi bencana Agam

Kabupaten Agam (ANTARA) - PT Hutama Karya Instruktur (HKI) hingga saat ini masih fokus untuk membuka akses jalan di lokasi terdampak bencana Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) khususnya jalur dari Malalak menuju Balingka.
"Seperti pada KM 74 kita sudah pasang jembatan bailey. Kemudian juga ada jembatan armco yang masih proses dan mungkin beberapa hari ke depan sudah mulai pengerjaan untuk penimbunan oprit," kata Supervisor Health, Safety, Security, and Environment PT HKI Budi Setia di Kabupaten Agam, Senin.
Budi mengatakan pembangunan jembatan armco pada KM 74 tersebut telah dilakukan sejak satu bulan lalu dengan pengerjaan tuntas sekitar 50 persen. Pengerjaan ini sangat penting dan mendesak agar jalur Malalak menuju Kota Bukittinggi dan sekitarnya yang terputus akibat bencana bisa secepatnya dilalui masyarakat.
"Ini tinggal penimbunan saja. Untuk penimbunan, mudah-mudahan cuaca baik sehingga bisa ditargetkan seminggu tuntas dan dapat dilalui," ujar dia.
Menurut dia, sebenarnya saat ini masyarakat sudah bisa mengakses jalur tersebut dengan menggunakan jembatan bailey. Namun, untuk kendaraan roda empat harus antre dan bergantian melintasi jembatan tersebut.
Budi menyampaikan proses penimbunan menjadi pengerjaan yang paling mendesak saat ini. Termasuk pula penguatan terhadap konstruksi jembatan armco itu sendiri.
Di sisi lain, untuk area KM 75, pihaknya telah melakukan pelebaran jalan dengan pemasangan jumbo bag sehingga masyarakat sudah lancar dalam berlalu lintas dari Malalak ke arah Sicincin atau Padang.
Sementara itu, untuk arah ke Bukittinggi masih terdapat jalan yang terputus di KM 82-400 sekitar 200 meter. Begitu pula titik jalan di depannya mengalami kondisi serupa dan belum bisa diakses.
Lebih jauh, ia menyampaikan pengerjaan yang dilaksanakan PT KHI kini masih terkait pembangunan jembatan sementara, serta pengerjaan normalisasi saluran agar air dapat diarahkan dan tidak mengalir ke arah tebing.
Seluruh pengerjaan tersebut didukung 17 alat berat serta 12 unit dump truk yang beroperasi di area jalan Malalak-Balingka mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB atau berhenti jika terjadi cuaca buruk.
Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan provinsi tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp21,44 triliun untuk memenuhi berbagai kebutuhan pascabencana yang terjadi di 16 kabupaten dan kota.
Mahyeldi mengatakan anggaran tersebut mencerminkan kebutuhan yang harus dipenuhi secara bertahap, dan terencana agar pemulihan dapat berjalan dengan baik serta tepat sasaran. Dari sisi kewenangan, kebutuhan pascabencana terbagi ke dalam tiga tingkatan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hutama Karya Infrastruktur masih fokus buka akses lokasi bencana Agam
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
