
Meski sudah terhubung, jalan alternatif Malalak belum dibuka untuk umum

Agam, Sumbar (ANTARA) - Meskipun jalan Malalak di Kabupaten Agam Sumatera Barat sudah terhubung namun akses jalan alternatif Padang-Malalak-Bukitinggi itu belum dibuka untuk umum.
Saat ini jalan tersebut baru bisa dilintasi khususnya bagi masyarakat lokal yang ingin ke daerah Balingka atau sebaliknya.
"Jalan itu pun hanya bisa dilintasi pada saat jam istirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB," kata kata Pelaksana Lapangan HKI Subiantoro di Kabupaten Agam, Minggu.
Ia menyampaikan meskipun sudah bisa dilalui, HKI terus mengingatkan masyarakat Malalak yang ingin bertolak ke daerah Balingka atau sebaliknya, untuk selalu berhati-hati. Selain itu, jalan tersebut baru bisa dilintasi kendaraan roda dua.
"Dari arah Balingka ke Malalak itu sudah lancar, sementara dari Malalak ke Balingka masih rawan karena ada tanjakan yang masih signifikan," ujarnya mengingatkan.
Tambahan informasi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar untuk memulihkan atau memperbaiki Jalan Malalak di Kabupaten Agam yang terputus akibat bencana alam di akhir November 2025.
Untuk 2026 pemerintah terlebih dahulu menyiapkan anggaran sebesar Rp370 miliar. Sementara, sisanya disiapkan untuk pengerjaan 2027. Pemulihan Jalan Malalak tergolong vital sebab menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di Ranah Minang.
Pewarta: Muhammaf Zulfikar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
