
Pendidikan Islam berperan jawab tantangan global

Pratikno menilai pendidikan Islam saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, agama bisa tampil sebagai solusi etis dan moral bagi masa depan dunia. Namun di sisi lain, agama berisiko ditinggalkan jika tidak mampu merespons realitas zaman.
Ia menegaskan pendidikan Islam harus membuktikan diri sebagai kerangka dinamis yang mampu melahirkan masa depan yang adil, berkeadilan sosial, dan berkelanjutan secara ekologis.
Pratikno menyoroti sejumlah tantangan serius akibat kemajuan teknologi, seperti maraknya deep fake, bias algoritma kecerdasan buatan, hingga praktik surveillance capitalism yang mengancam kebebasan dan martabat manusia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan Islam harus bertransformasi agar mampu menjawab krisis global yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, hingga tantangan etika teknologi.
“Agama tidak boleh menjadi penjara kreativitas. Agama adalah kompas moral yang membimbing manusia agar kreatif, beradab, dan bertanggung jawab,” ujar Menag.
Menag menekankan pentingnya kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi sebagai fondasi pendidikan Islam masa depan.
Menurutnya, kurikulum harus mendorong pergeseran dari formalitas ke substansi, dari cara pandang antroposentris ke kesadaran ekologis, serta dari keberagamaan yang kaku menuju keberagamaan yang membebaskan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK: Pendidikan Islam berperan strategis jawab tantangan global
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
