Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar upayakan seluruh layanan kesehatan tetap berfungsi pascabencana

Jumat, 5 Desember 2025 16:57 WIB
Image Print
Ilustrasi: Emergency Medical Team (EMT) Pusat Krisis Regional Sumbar mendirikan posko dan memberikan layanan kesehatan bagi korban bencana banjir dan longsor di Pesisir Selatan. ANTARA/EMT Regional Sumbar

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) terus mengupayakan agar seluruh layanan kesehatan tetap dapat berfungsi di seluruh lokasi terdampak bencana hidrometeorologi. meskipun situasi lapangan masih penuh hambatan.

"Begitu bencana terjadi, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) langsung ditetapkan bersama PIC dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berfungsi," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar Saiful Jamal di Padang, Jumat.

Saiful Jamal mengatakan layanan kesehatan yang dipastikan terus berjalan maksimal itu mulai dari pengiriman logistik, kesiapan tenaga medis, proses rujukan pasien, hingga percepatan evakuasi jenazah di lokasi terdampak bencana.

Menurut dia, sistem penanganan kesehatan langsung digerakkan dalam satu komando terpadu sejak pertama bencana terjadi dan evaluasi dilakukan setiap hari bersama Menteri Kesehatan (Menkes) untuk memantau kebutuhan, hambatan, serta efektivitas layanan, di daerah-daerah terdampak.

Memasuki hari ke-11 masa tanggap darurat, kondisi di banyak titik terdampak di Sumbar masih jauh dari pulih, karena beberapa akses menuju lokasi masih terputus.

"Sementara di sisi lain proses evakuasi belum selesai dan kebutuhan layanan kesehatan terus meningkat," kata Saiful Jamal.

Kondisi jalur utama di Sumbar, seperti Malalak dan Lembah Anai yang masih lumpuh, kata dia, juga berimbas pada pergerakan tim medis maupun evakuasi sehingga menjadi jauh lebih lama.

"Akses utama yang lumpuh menyebabkan evakuasi jenazah menjadi sangat berat," kata dia.

Namun pihaknya sudah menyediakan freezer jenazah atau peralatan pendingin khusus untuk menyimpan jenazah agar proses identifikasi dapat terus berjalan. Kemudian, jenazah yang telah teridentifikasi diupayakan agar dapat segera diambil, sehingga identifikasi berikutnya dapat dipercepat.

Berdasarkan pembaruan Dashboard Satu Data Bencana per 5 Desember pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 210 korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumbar dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Agam yakni 132 orang. Selain itu masih ada 26 jenazah yang belum teridentifikasi dan 214 orang dinyatakan hilang.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Seluruh layanan kesehatan diupayakan berfungsi pasca-bencana di Sumbar



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026