
Peringatan gempa 2009 jadi momentum perkuat koordinasi hadapi bencana di Padang Pariaman

Parik Malintang (ANTARA) - Apel Siaga Bencana yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) di Tugu Gempa Lubuak Laweh, Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan pada Selasa pagi menjadi momentum koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman di Patamuan, Selasa mengatakan apel tersebut dilaksanakan bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Oleh karena itu, lanjutnya kegiatan tersebut tidak saja apel bersama dan kilas balik gempa 2009 namun juga penandatanganan ikrar penanggulangan bencana, tabur bunga di makam korban, serta penanaman pohon.
Diketahui pada gempa 30 September 2009 Sumbar diguncang gempa dengan kekuatan 7,6 SR sehingga meluluhlantakkan provinsi tersebut termasuk Padang Pariaman.
Dilaporkan ribuan jiwa meninggal, puluhan ribu luka-luka, dan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal.
Korong Lubuak Laweh yang merupakan lokasi apel gabungan merupakan salah satu kampung yang hilang akibat bencana tersebut.
Sejak itu, 30 September selalu dikenang bukan hanya sebagai hari duka tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama membangun daerah tangguh bencana.
Sebelumnya, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis mengajak warganya untuk menanamkan budaya kesiagaan bencana guna memperingati gempa besar yang mengguncang provinsi itu pada 30 September 2009.
"Momentum peringatan gempa ini harus menjadi refleksi untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkokoh kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” kata John Kenedy Azis saat memimpin Apel Siaga Bencana di Tugu Gempa Lubuak Laweh, Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan.
Ia mengatakan kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI dan Polri, maupun BPBD tetapi juga seluruh keluarga, nagari, hingga individu.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
