
Bawaslu Agam temukan masyarakat meninggal dunia masuk ke daftar pemilih

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menemukan masyarakat yang sudah meninggal dunia, masih masuk dalam daftar pemilih, karena pihak keluarga tidak mau mengurus akte kematian dengan berbagai alasan
"Ini permasalahan data pemilih, masyarakat tidak mau mengurus akte kematian bagi keluarga sudah meninggal dunia," kata Ketua Bawaslu Agam Suhendra di Lubuk Basung saat rapat penguatan kelembagaan dalam rangka pengawasan pemutakhiran data pemilih, Senin.
Ia mengatakan masyarakat tidak mau mengurus akte kematian tersebut karena bantuan program keluarga harapan maupun bantuan lainnya bisa hilang, sehingga mereka tidak menerima lagi.
Untuk itu, butuh kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam.
"Tiga organisasi perangkat daerah itu sangat berkaitan. Sebenarnya hal tersebut sudah dipermudah di Disdukcapil Agam dengan mengakomodir dengan program Sileton dan pengurusan administrasi kependudukan bisa dilakukan di nagari," katanya.
Ia menambahkan kegiatan hari ini menjadi ikhtiar bersama, agar data pemilih kedepan menjadi bagus dan baik.
Dengan cara itu, Pemilu 2029 dan Pilkada nantinya menghadirkan data pemilih yang bisa menjadi acuan nantinya.
"Pemilih merupakan jantung Pemilu, ketidak jelasan pemilih dan ketidak pastian data pemilih bisa jadi momok dan masalah nantinya," katanya.
Sementara Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Agam, Zulfren menambahkan Disdukcapil telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat mengurus akte kematian bagi keluarga yang sudah meninggal.
"Kita membuka pelayanan berupa sistem perekaman keliling ke nagari untuk pengurusan seluruh administrasi kependudukan bagi warga," katanya.
Ia mengakui Disdukcapil Agam juga melakukan perekaman ke sekolah, nagari dan pondok pesantren untuk merekam siswa berusia 17 tahun.
Lalu perekaman siswa asal Agam yang sekolah ke Kota Bukittinggi bekerjasama dengan Disdukcapil setempat.
"Perekaman siswa di sekolah itu telah kita lakukan dengan menurunkan tim ke lokasi," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
