
Bawaslu Agam targetkan buka kelas demokrasi di seluruh sekolah

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan membuka kelas demokrasi di seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di daerah itu dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan dan meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran pemilu.
"Kita menargetkan membuka kelas demokrasi diseluruh SMA sederajat di Agam pada tahun ini dan apabila tidak tercapai berkemungkinan sampai pertengahan 2027," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan saat ini kelas demokrasi baru dibuka di tiga sekolah yakni, MAN 5 Agam, SMAN 2 Lubuk Basung dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Lubuk Basung.
Bawaslu Agam, tambahnya masuk ke kelas untuk menyampaikan beberapa poin terkait hak pilih, isu politik uang, black campaign atau kampanye hitam dan pengawasan partisipatif.
"Kita sudah masuk ke sembilan rombongan belajar di SMAN 2 Lubuk Basung dan program tersebut terus berlanjut," katanya.
Ia menambahkan siswa kelas 12 saat ini rata-rata telah berusia 17 tahun dan telah memiliki e-KTP.
Namun Bawaslu Agam masih menemukan beberapa siswa yang belum melakukan perekaman KTP dan diimbau siswa segera melakukan perekaman KTP.
Melalui pertemuan ini, Bawaslu Agam juga melakukan uji petik terhadap beberapa siswa yang membawa e-KTP untuk memastikan datanya telah terdaftar dalam data pemilih berkelanjutan.
"Gunakan hak pilih dengan bijak dan mari perangi politik uang. Jangan pilih calon yang memiliki rekam jejak ataupun yang mengiming-imingi dengan uang," katanya.
Peserta kegiatan kelas demokrasi merupakan pemilih pemula yang akan memakai hak pilihnya secara perdana pada Pemilu 2029.
Konsolidasi demokrasi dengan generasi muda penting untuk mengidentifikasi dan pemetaan terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan aktual guna memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika, tantangan, serta potensi kerawanan yang berkembang dalam praktik demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
Dengan melakukan konsolidasi demokrasi, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat pendidikan politik serta kepedulian terhadap demokrasi bagi generasi muda.
"Seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap demokrasi, saya berharap generasi muda bersikap kritis, serta secara partisipatif ikut melakukan pengawasan bersama Bawaslu," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
