Logo Header Antaranews Sumbar

BEI: Butuh kerja keras tingkatkan literasi pasar modal Sumatera Barat

Kamis, 25 September 2025 19:45 WIB
Image Print
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy saat diwawancarai di Padang, Kamis (25/9/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Padang (ANTARA) - Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan butuh kerja keras dalam meningkatkan minat dan literasi pasar modal di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Peringkat literasi pasar modal di Sumatera Barat memang cukup rendah, dan kita berharap kantor BEI di Padang dapat membantu meningkatkan literasi," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT BEI Irvan Susandy di Padang, Kamis.

Berdasarkan data yang dihimpun BEI Provinsi Sumbar, Ranah Minang saat ini menempati urutan lima terbawah dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia dalam hal literasi pasar modal. Kondisi ini menjadi perhatian serius BEI agar minat dan literasi pasar modal bisa lebih baik ke depannya.

BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan terkait terus berusaha agar literasi pasar modal di Ranah Minang terus meningkat dan membaik setiap tahunnya. Beberapa upaya yang gencar dilakukan di antaranya sekolah pasar modal, galeri investasi dan sebagainya.

BEI sendiri memiliki target tambahan investor pasar modal, dimana hal tersebut masuk dalam penilaian key performance indicator, atau indikator kinerja utama. Oleh karena itu, penguatan literasi terus dilakukan secara berkala baik secara online maupun offline.

Ia mengatakan penambahan jumlah investor pasar modal tidak bisa tercapai begitu saja apabila masyarakat memang tidak berminat. Artinya, selain edukasi yang masif dari BEI juga butuh kesadaran sendiri dari masyarakat.

Dengan belajar keuangan atau melek terhadap pasar modal, BEI berharap dana yang dimiliki masyarakat ini dapat digunakan dengan baik, meningkatkan kualitas hidup, memacu iklim investasi serta mendatangkan keuntungan.

"Yang tidak kalah penting, jika masyarakat melek terhadap keuangan dan pasar modal, ini bisa membantu mereka terhindar dari investasi bodong atau pinjaman yang tidak bertanggung jawab," kata dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026