Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menargetkan angka prevalensi stunting di daerahnya turun hingga menjadi di bawah 10 persen dengan menjalankan lima kunci pencegahan permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada anak tersebut.
"Berdasarkan survei, angka stunting di Kota Pariaman pada 2023 adalah 17,8 persen dan pada 2024 menjadi 15,6 persen," kata Wali Kota Pariaman, Yota Balad di Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan dengan prevalensi yang masih tinggi tersebut maka Gerakan Cegah Stunting yang dicanangkan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat dan komitmen para pemangku kebijakan harus dioptimalkan.
Ia menyampaikan upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menjalankan lima kunci pencegahan stunting yaitu yaitu aktif mengonsumsi tablet tambah darah semenjak remaja serta ibu hamil teratur memeriksakan kehamilan minimal enam kali ke fasilitas kesehatan termasuk dua kali pemeriksaan USG.
Selanjutnya cukupi konsumsi protein hewani, datang ke Posyandu sebulan sekali untuk memeriksa kesehatan ibu dan anak, berikan ASI eksklusif selama enam bulan.
Yota mengatakan pemberian tablet tambah darah telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman melalui Puskesmas ke sekolah-sekolah sebagai upaya dini mengatasi stunting. Pemberian tablet tambah darah diberikan kepada remaja perempuan karena mereka nantinya akan menjadi seorang ibu.
Ia mengatakan dengan mendeteksi permasalahan kesehatan wanita remaja sejak dini maka gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat dicegah sehingga mereka nantinya dapat melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas.
Intervensi juga dilanjutkan pada masa bayi, balita, hingga anak memasuki prasekolah karena pada masa itu kemungkinan permasalahan yang bisa timbul baik masalah gizi atau pun penyakit.
Melalui program Bakti Kesehatan, lanjutnya Pemkot Pariaman membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemberian tablet tambah darah, pengobatan umum, dan penyuluhan tentang pola hidup sehat serta pemberian bantuan untuk ibu hamil.
Ia berharap bantuan dari seluruh pihak dalam menanganinya sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga angka stunting di Pariaman bisa 0 persen dan pertumbuhan fisik dan mental generasi penerus di daerah itu tumbuh secara baik.
