Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Payakumbuh gelar pelatihan adat untuk Niniak Mamak

Selasa, 9 September 2025 13:40 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Payakumbuh saat membuka pelatian adat untuk Niniak Mamak. Antara/HO-Pemkot Payakumbuh

Payakumbuh (ANTARA) - Pemkot Payakumbuh menggelar Pelatihan Adat Tahun 2025 dengan tema “Penguatan Peran dan Fungsi Niniak Mamak” sebagai upaya memperkuat peran niniak mamak dalam pelestarian adat budaya Minangkabau sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Wawako Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan niniak mamak memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Pelestarian adat dan budaya tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif para pemangku adat.

“Salah satu tanggung jawab pemerintah daerah adalah memajukan dan melestarikan adat budaya dengan tetap memperhatikan kearifan lokal. Melalui pelatihan ini, kami berharap peran dan fungsi niniak mamak semakin kuat sehingga mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan Kota Payakumbuh,” kata dia.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Perpustakaan Umum Daerah Lantai 3 Bukik Sibaluik, Senin (08/09 diikuti oleh 30 niniak mamak dari 10 nagari di Kota Payakumbuh dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.



Ia menambahkan, Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen menjadikan kota ini sebagai pusat literasi adat dan budaya Minangkabau.

Berbagai langkah telah dipersiapkan, mulai dari pembangunan museum budaya, penyediaan buku-buku adat, pelestarian pakaian adat, hingga pengembangan kesenian tradisional.

“Payakumbuh memiliki potensi yang besar sebagai destinasi wisata budaya. Karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan adat budaya yang masih tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat pemahaman niniak mamak tentang adat Minangkabau sehingga mereka mampu mengarahkan generasi muda dan memperkokoh identitas budaya daerah.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dalam upaya melestarikan adat budaya Minangkabau yang berlandaskan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, mengatakan pelatihan adat ini merupakan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kebudayaan yang diharapkan dapat mendorong pengembangan dan pelestarian adat budaya di Kota Payakumbuh.

“Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas niniak mamak agar mereka dapat beradaptasi dengan tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai adat tetap hidup dan relevan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menyampaikan bahwa menjaga adat sama dengan menjaga jati diri masyarakat Minangkabau.

“Adat bukan sekadar aturan, melainkan cerminan identitas kita. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memahami, memperdalam, dan mengamalkan nilai-nilai luhur adat Minangkabau,” kata Wirman.

Ia juga berharap para peserta pelatihan dapat menjadi teladan bagi generasi muda sehingga mereka tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki budi pekerti dan kearifan lokal yang kuat.

Kegiatan pelatihan adat ini juga dihadiri oleh Ketua LKAAM, Staf Ahli Wali Kota, kepala organisasi perangkat daerah terkait, camat se-Kota Payakumbuh, Ketua KAN, Ketua Bundo Kanduang Kota, serta perwakilan Bundo Kanduang Nagari se-Kota Payakumbuh.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026