
Peletak Bom di Solo Diduga Kelompok Farhan

Jakarta, (ANTARA) - Kepolisian RI membenarkan terdapat dugaan pelaku peletakan bom rakitan di halaman Markas Polsek Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, adalah kelompok terduga teroris Farhan yang tewas saat penyergapan pada 31 Agustus 2012. "Ya, karena masih ada yang belum tertangkap," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa. Boy juga menduga kelompok jaringan Farhan kini melanjutkan aksi teror dan menyasar petugas-petugas Kepolisian yang berada di satuan kecil seperti Pos Polisi atau Kepolisian Sektor (Polsek). Oleh karena itu, Polri mengimbau anggotanya untuk terus meningkatkan kesiagaan dan koordinasi sesama anggota dan masyarakat untuk melakukan upaya-upaya preventif ancaman teror. "Polisi di satuan kecil diduga kini menjadi sasaran karena tingkatan pengamanan yang lebih rendah dibanding satuan polisi lain," ujar Boy. Farhan merupakan salah satu dari dua terduga teroris yang tewas saat penyergapan di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (31/8). Farhan diduga kuat terkait dengan aksi teror yang terjadi di Solo sebelumnya, seperti insiden penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, (30/8/) malam yang mengakibatlkan seorang polisi tewas dan juga pelemparan granat ke pos polisi. Selasa (20/11) pagi tadi, ancaman terhadap polisi kembali terjadi, tepatnya kepada petugas di Polsek Pasar Kliwon, Solo. Sebuah bom rakitan yang tersambung dengan tabung gas seberat tiga kilogram, ditemukan oleh seorang penjual makanan. Untungnya bom tersebut gagal meledak karena berhasil diuraikan Tim Gegana dan Laboratorium Forensik dari Kepolisian. "Kita bersyukur ini tidak berakibat fatal, dan menjadi peringatan untuk kepolisian untuk terus siaga," kata Boy. Polisi masih memburu pelaku peletakan bom ini dan menyelidiki perihal keterkaitan dengan pelaku ancaman terhadap polisi yang juga kerap terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Ancaman terhadap polisi di Poso kembali terjadi saat Kapolsek Poso Pesisir Utara Iptu Bastian Tarulakbi diserang empat tembakan, pada Kamis, 15 November 2012. Namun untungnya, Tarulakbi luput dari penembakan itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
