
PMI selalu berkomitmen membantu masyarakat dengan berbagai tantangan

Padang (ANTARA) - Memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) setiap 3 September, organisasi kemanusiaan ini terus meningkatkan komitmennya dalam membantu masyarakat. Tidak hanya dikenal dengan aksi donor darah, PMI juga berperan penting dalam penanggulangan bencana dan pelayanan Kesehatan.
“PMI terlibat pada tiga subklaster, yaitu pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, dan identifikasi jenazah bersama Polri,” ujar Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Pengurus PMI Sumatera Barat, Hidayatul Irwan.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa PMI Sumatera Barat juga menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia yang harus memiliki kompetensi sesuai bidang, hingga ketersediaan peralatan yang memadai.
Menurut Irwan, PMI Sumatera Barat telah menyiapkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) untuk membekali tenaga relawan sesuai kebutuhan di lapangan. Pusdiklat ini berfungsi sebagai wadah peningkatan kapasitas agar setiap personel memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai standar penanggulangan bencana.
Ia menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil harus diimbangi dengan ketersediaan peralatan memadai. Menurutnya, keahlian tanpa didukung fasilitas yang layak tidak akan menghasilkan kinerja optimal dalam pelayanan kemanusiaan.
Selain itu, Irwan menuturkan bahwa ancaman bencana di Sumatera Barat sangat dinamis dan sulit diprediksi. Gempa bumi dan tsunami menjadi ancaman nyata yang berbeda sifatnya dibandingkan dengan banjir, longsor, atau gunung api.
Irwan menambahkan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab PMI, melainkan urusan semua pihak. Ia menilai semakin banyak pihak yang terlibat dengan kompetensi berbeda akan memberikan dampak lebih baik bagi masyarakat.
“PMI akan terus hadir bersama masyarakat membantu tugas pemerintah di bidang kemanusiaan,” ujarnya.
Pewarta: Sintia Sari
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
