
Dosen FEB UNP latih Ibu PKK Nagari Sikucua Barat pengelolaan limbah makanan

Padang (ANTARA) - Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Padang (UNP), melatih ibu-ibu PKK Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dalam pengelolaan limbah makanan berbasis kewirausahaan.
"Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam pengelolaan limbah makanan, guna mengurangi dampak lingkungan, dan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga melalui kewirausahaan berbasis limbah makanan," kata Ketua Tim Pengabdian, Siti Rahmi Hidayatullah, S.Ak., M.M, di Padang, Senin.
Ia mengatakan permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu-ibu di Nagari Sikucua Barat, adalah kurangnya pemahaman tentang pengelolaan limbah makanan, yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi.
"Kami melihat para ibu-ibu di daerah ini, juga minim keterampilan dalam menangkap peluang kewirausahaan berbasis limbah makanan," katanya.
Ia menyebut Sumatera Barat menempati daftar 10 provinsi penghasil sampah terbanyak di Indonesia, dengan mayoritas sampah berasal dari sisa makanan.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai dengan koordinasi awal pada 23 Juni 2025, di Kantor Camat V Koto Kampung Dalam.
Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan dosen lainnya, yakni Sri Arita, S.Pd., M.Pd.E., dan Miranda Nuraini, S.E., M.M,
serta dua mahasiswa, yakni Ardita Rahmalia dan Karina Amalia.
Pelatihan hari pertama dimulai pada 30 Juni, dengan narasumber Dr. Resti Rahayu, M.Si.,. Adapun materi yang disampaikan mengenai pemanfaatan limbah makanan, untuk dijadikan usaha dan peluang kewirausahaan.
Kemudian, dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah makanan dengan maggot, yang nantinya bisa menjadi pakan unggas, pakan ikan, pupuk tanaman (kasgot), serta produk turunan seperti kosmetik dan obat-obatan.
Selain itu, Miranda Nuraini, S.E., M.M., juga memberikan pelatihan terkait cara menghitung harga pokok penjualan, sehingga ibu-ibu PKK dapat menentukan harga jual produk dengan tepat, dan memprediksi laba.
Pada hari kedua, Tim Pengabdian memberikan paket Budidaya Maggot BSF, yang bisa langsung jalan untuk kelompok masyarakat dan mesin pencacah sayur.
"Program pengabdian masyarakat ini, merupakan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP, dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal," jelasnya.
Selain itu kegiatan PKM turut berkontribusi, dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Tujuan khusus dari PKM ini, adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK, dalam mengelola limbah makanan secara efisien, dengan memberikan keterampilan
kewirausahaan, yang berasal dari limbah makanan yang dapat menciptakan produk bernilai ekonomi, serta mengurangi dampak pencemaran dan pemborosan sumber daya alam," sebutnya.
Menurutnya hal ini sesuai dengan tujuan SDGs yang ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Poin SDGs ini menekankan pada efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah yang efektif, dan pengembangan produk ramah lingkungan.
Diharapkan dengan keterampilan baru yang diperoleh, ibu-ibu PKK Nagari Sikucua Barat, dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka, dan berkontribusi pada ekonomi lokal, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Kegiatan ini dibuka Sekretaris Camat V Koto Kampung Dalam, Dwi Hastuti, S.ST., M.Si.
Dalam sambutannya, ia mengatakan pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi ibu-ibu PKK di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, sehingga nantinya bisa membangun perekonomian keluarga.
"Kami pihak Kecamatan V Koto Kampung Dalam, sangat berharap semoga pengabdian ini bisa dilakukan secara berkelanjutan nantinya di kecamatan ini," katanya.
Pewarta: Melani Friati
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
