Simpang Empat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat kerugian akibat bencana alam dan nonalam mencapai Rp2 miliar lebih periode Januari-Agustus 2025.
"Dari berbagai bencana itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka serta 19 orang selamat," kata Sekretaris BPBD Pasaman Barat Gustrizal di Simpang Empat, Kamis.
Menurut dia bencana alam yang terjadi itu adalah musibah kebakaran sebanyak tujuh kasus, kapal tenggelam akibat badai satu kasus, orang tenggelam atau terseret ombak satu kasus, angin kencang atau pohon tumbang sembilan kasus, diterkam buaya dua kasus, terkam hewan buas dua kasus dan badai dua kasus.
Adapun dampak dari bencana itu warga mengakibatkan delapan rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, satu rumah rusak ringan, dua ruas jalan mengalami kerusakan dan tiga areal perkebunan juga rusak.
Dia mengatakan Pasaman Barat merupakan daerah rawan bencana alam karena tipe wilayah pegunungan, dataran rendah, perbukitan, dan pantai.
"Bencana alam yang banyak terjadi adalah banjir, longsor, gempa dan abrasi. Juga angin kencang, badai dan angin puting beliung," katanya.
Dalam meminimalisir bencana itui pihaknya akan terus mengoptimalkan kelompok siaga bencana di 90 nagari (desa) yang ada karena akan sangat bermanfaat bagi penanganan bencana di tingkat nagari.
"Tiap nagai akan ada kelompok siaga bencana dan sosialisasi serta edukasi terkait tanggap bencana akan kita tingkatkan
kepada masyarakat terutama di daerah pesisir," sebutnya.
Terkait cuaca ekstrem saat ini, katanya, pihaknya terus memantau kondisi warga yang berada dekat aliran sungai itu.
"Personel dan peralatan juga disiagakan dengan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang. Jika ada informasi banjir maka tim akan turun memberikan bantuan," katanya.
