Site manager warisan dunia, Kunjungi stasiun kereta apai Padang Panjang

id stasiun kereta apai Padang Panjang,We Are Site Managers International Symposium, Padang Panjang ,sumbar,Unesco ,Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto Su

Site manager warisan dunia, Kunjungi stasiun kereta apai Padang Panjang

Kunjungan delegasi site manager warisan dunia peserta We Are Site Managers International Symposium di sambut Sekda Kota Padang Panjang Sonny. BP, Kadisdikbud, Kadis Pariwisata dan Asisten Setdako. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - 21 orang delegasi negara asing peserta We Are Site Managers International Symposium, kunjungi stasiun kereta api Padang Panjang, Sumatera Barat, untuk meninjau secara langsung kondisi stasiun yang menjadi bagian dari Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS).

Badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Unesco menetapkan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto Sumatera Barat, sebagai salah satu warisan dunia yang masih ada hingga saat ini, WTBOS meliputi stasiun kereta api yang ada sepanjang jalur kereta dari Padang hingga Sawahlunto, termasuk stasiun kereta api Padang Panjang.

Steering committee We Are Site Managers International Symposium, Rahmat Gino Sea Games yang mendampingi kunjungan delegasi negara asing saat meninjau stasiun kereta api Padang Panjang, mengatakan kunjungan delegasi peserta simposium untuk mengetahui lebih banyak tentang stasiun-stasiun yang menjadi bagian dari WTBOS.

“Waktu di Penang Malaysia, kita sudah mempresentasikan WTBOS, tentang revolusi industri yang sudah sampai ke wilayah Sumatera Barat, sejak awal-awal abad 1920. tindak lanjut dari pertemuan di Penang tersebut, pada kesempatan simposium yang dilaksanakan di Sawahlunto ini, mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang WTBOS termasuk stasiun-stasiun yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari WTBOS,” ujar Rahmad Gino Sea Games.

Menurut dia, We Are Site Managers International Symposium, merupakan simposium dari Manajer Situs atau ‘site manager’ Warisan Dunia sebagai garda terdepan Konvensi UNESCO 1972 dengan tanggung jawab melestarikan, melindungi, dan menjaga Nilai Universal Luar Biasa dari masing-masing Situs Warisan Dunia.

“Para ahli dan site manager yang telah merancang konsep ‘We Are Site Managers International Symposium’ sejak tahun 2017 di Krakaw hingga tahun 2023 di Riyadh dalam setiap kesempatan pertemuan forum para site manager pada sidang komite warisan dunia UNESCO. WASM Pertama diselenggarakan Tahun 2024 di George Town Penang Malaysia.” jelas Rahmat Gino Sea Games.

Ia mengungkapkan salah satu tujuan utama We Are Site Managers International Symposium adalah untuk mempromosikan warisan dunia WTBOS, dan menghimpun berbagai masukan, saran dan praktik baik dalam pengelolaan warisan dunia yang berkaitan dengan peran, fungsi, tanggung jawab, tantangan dan kebutuhan para Pengelola Situs ke depannya.

“Dari kegiatan simposium tersebut diharapkan kedepannya akan terwujud badan pengelola WTBOS itu sendiri, karena sampai saat ini sejak di tetapkan sebagai warisan dunia, WTBOS belum memiliki badan pengelola dan dari kunjungan para delegasi peserta simposium diharpakan akan ada masukan khususnya delegasi yang telah memiliki badan pengelola situs di negara mereka,” jelas Rahmat Gino Sea Games.

Rahmat Gino Sea Games, menambahkan We Are Site Managers International Symposium sendiri akan dilaksanakan pada 25-27 Agustus di Sawahlunto dengan 15 pembicara dari berbagai negara.

Sementara itu, peserta simposium yang berasal dari berbagai negara tersebut mengagumi lokasi stasiun Padang Panjang, beberapa orang diantaranya mengamati dengan serius, rel kereta api yang masih ada, Dipo dan fasilitas lainnya di stasiun kereta api Padang Panjang.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.