
Pemkab Agam keruk sungai aliran Gunung Marapi antisipasi banjir lahar dingin

Agam (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam melakukan pengerukan sungai yang berhulu langsung ke Gunung Marapi untuk mengantisipasi terjadinya banjir lahar dingin di daerah setempat.
Salah satu sungai yang dikeruk adalah Batang Aia Katiak di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, yang kondisinya mengalami pendangkalan.
Sungai ini mendangkal karena sering diterjang banjir lahar dingin dari Gunung Marapi. Material sungai terdiri dari pasir hitam, kerikil hingga batuan yang telah lama mengendap.
Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat, Jumat (8/8) mengatakan pengerukan dilakukan sejak beberapa hari terakhir.
"Pengerukan merupakan upaya mitigasi bencana dari Pemkab Agam untuk meminimalisir dampak jika terjadi banjir lahar dingin," kata Rahmat Hidayat.
Salah satu wali nagari termuda di Kabupaten Agam itu menyebut panjang sungai yang dinormalisasi mencapai tiga kilometer.
"Pengerukan dengan kedalaman sekitar 1,5 meter, kita harapkan pengerjaan lancar tanpa kendala," ujarnya.
Sementara Wali Jorong Cangkiang, Rozi Fefori mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Agam maupun pihak terkait lainnya yang telah membantu terlaksananya pengerukan sungai.
"Pengerukan ini akan membuat sungai jadi lebih dalam dan mengurangi kekhawatiran warga jika seandainya terjadi banjir," katanya.
Pantauan di lapangan, terlihat ada dua alat berat berada di sungai. Kedua alat berat ini bekerja dengan menggali, lalu memindahkan material itu ke dua sisi sungai sebagai penahan tebing.
Sebelum pengerukan sungai, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah melakukan pengerukan di embung yang menjadi muara dari sungai tersebut.
Jorong Cangkiang berlokasi sekitar 9 Kilometer dari Puncak Gunung Marapi. Saat Galodo pada 11 Mei 2024 silam, perkampungan ini terdampak parah akibat luapan Sungai Batang Aia Katiak.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
