Logo Header Antaranews Sumbar

Unand luruskan informasi insiden 17 mahasiswa KKN di Limapuluh Kota

Jumat, 1 Agustus 2025 16:21 WIB
Image Print
Personel SAR membantu salah seorang mahasiswa Unand yang diduga terkilir di kawasan hutan Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (1/8/2025) dini hari. ANTARA/HO-Humas SAR Kota Padang

Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat meluruskan informasi terkait dengan insiden 17 mahasiswa program kuliah kerja nyata (KKN) kampus tersebut yang awalnya diduga tersesat di kawasan hutan Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Dengan ini Unand menyampaikan klarifikasi resmi bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Sekretaris Unand Aidinil Zetra di Kota Padang, Jumat.

Ia menjelaskan kegiatan mahasiswa tersebut bagian dari program resmi pemerintah nagari, yakni melakukan survei serta pemetaan potensi perkebunan kopi di wilayah nagari pada Kamis (31/7).

Program tersebut bentuk sinergi antara pemerintah nagari dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.

Seluruh tahapan kegiatan telah dikoordinasikan dengan baik, termasuk pelibatan dosen pembimbing lapangan (DPL) yang aktif mendampingi mahasiswa.

Ia mengatakan kehadiran DPL menjadi bagian penting dari proses akademik dan pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN di lapangan.

Selama kegiatan, mahasiswa juga didampingi perangkat nagari serta unsur keamanan lokal untuk menjamin kelancaran, kenyamanan, dan keamanan seluruh proses.

"Situasi di lapangan juga dalam kondisi terkendali dan tidak pernah keluar dari pengawasan," ujarnya.

Terkait keterlambatan kepulangan mahasiswa yang sempat menimbulkan kekhawatiran, hal tersebut disebabkan insiden ringan, yakni kaki seorang mahasiswa terkilir saat survei. Namun, kondisi itu juga langsung ditangani dengan memberi pertolongan pertama dan istirahat singkat.

Dosen pembimbing lapangan bersama tim dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Koordinasi (PDK) segera turun ke lokasi pada malam hari itu juga untuk memastikan keselamatan seluruh peserta.

"Alhamdulillah seluruh mahasiswa sudah kembali ke kantor nagari dalam keadaan sehat dan selamat. Tidak ada mahasiswa yang hilang sebagaimana informasi yang beredar," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Koordinator Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota Roni Nur mengatakan tim pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan 24 orang yang sempat hilang kontak di hutan Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dalam keadaan selamat pada Jumat, pukul 00.40 WIB.





Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026