
Legislator Minta Pemerintah Selidiki Kejatuhan Heli MI-17

Jakarta, (Antara) - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq meminta pemerintah untuk menyelidiki secara tuntas jatuhnya Heli MI-17 pada Sabtu (9/11) di Kalimantan Utara. "Kasus jatuhnya pesawat heli MI-17 perlu diselidiki secara tuntas karena itu pesawat baru dan juga ada kasus sebelumnya," kata Mahfud di Jakarta, Rabu. Dia menilai akan menjadi hal yang baik jika TNI melibatkan pabrikan MI-17 sehingga bisa dideteksi adakah kelemahan pada pesawat yang bisa pengaruhi operasional pesawat heli M-17 lainnya. Mahfudz mengatakan Komisi I DPR akan memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko untuk meminta penjelasan terkait jatuhnya heli tersebut pada awal masa sidang mendatang. "Kami akan mengkritisi terkait hasil investigasi dan pengadaan alat utama sistem senjata (autsista) Rusia," ujarnya. Dia mengatakan rekomendasi DPR agar TNI tidak memakai heli buatan Rusia tergantung hasil investigasi yang dilakukan. Menurut dia, apabila ditemukan kelemahannya ada di heli tersebut maka akan dievaluasi ulang pengadaan alutsista dari Rusia. Helikopter angkut MI-17 milik TNI AD jatuh di Malinau, Kalimantan Utara pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 11.00 WITA diduga karena kehilangan kekuatan saat mengangkut bahan bangunan untuk pendirian pos di wilayah perbatasan. Jatuhnya heli yang mengangkut 13 orang sipil dan delapan kru itu mengakibatkan sembilan orang mengalami luka bakar dan dibawa ke rumah sakit terdekat. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
