
Zulhas pastikan kopdes di Tuban yang sempat tutup beroperasi kembali

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang sempat tutup sehari setelah diresmikan Presiden, sudah beroperasi kembali.
Dia menjelaskan persoalan yang terjadi di Tuban itu karena kesalahpahaman antara Kepala Desa Pucangan dengan mitranya yakni PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), karena pada sesi wawancara dengan Presiden Prabowo saat peresmian, Kepala Desa tidak menyebut peranan PPSD.
"Sudah selesai. Jadi gini, itu waktu wawancara dengan Presiden, tidak menyebut nama pondoknya. Jadi malamnya sudah kembali normal," kata Zulhas di Jakarta, Jumat.
Diketahui Kopdes/Kopkel Pucangan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (21/7) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, mendadak ditutup keesokan harinya.
Penutupan dilakukan oleh mitra koperasi, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang membongkar gerai dan menarik seluruh perlengkapan serta barang dagangan, termasuk papan nama bergambar Presiden.
Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Chusni Mubarok menilai penutupan mendadak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, bukan disebabkan kesalahan konsep koperasi, melainkan persoalan internal antara mitra dan pengurus.
“Peristiwa tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika kelembagaan koperasi. Jadi bukan karena Koperasi Desa Merah Putih secara kelembagaan maupun substansi programnya,” ujar Chusni Mubarok saat dihubungi dari Surabaya, Kamis (24/7).
Legislator Jatim itu menjelaskan, dinamika seperti ini memang mungkin terjadi dalam proses pengembangan koperasi.
Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak boleh mengurangi semangat menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat, khususnya di wilayah pedesaan Jawa Timur.
“Hal-hal seperti ini wajar terjadi. Tapi saya yakin Koperasi Desa Merah Putih akan terus berjalan dan menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Bahkan ini menjadi pembelajaran penting bagi pengurus lain agar kasus serupa tidak terulang di masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Chusni memastikan DPRD Jatim akan terus mengawal, memantau, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya program Koperasi Merah Putih, agar benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
