Logo Header Antaranews Sumbar

Menakertrans Minta Perusahaan Tak Bohongi Buruh

Rabu, 30 Oktober 2013 16:59 WIB
Image Print
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. (Antara)

Nganjuk, (Antara) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta agar perusahaan tidak membongi buruh atas kemampuannya memberikan upah, sehingga buruh pun mendapatkan upah yang layak. "Kami terus dorong perusahaan agar memberikan upah yang baik," katanya ditemui dalam acara pembukaan "Job Fair 2013" di Gedung Wanita Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu. Ia mengatakan, rencana buruh untuk unjuk rasa itu adalah bagian dari hak mereka. Namun, jika melakukan mogok, tentunya harus melihat situasi dan kondisi, dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Ia menegaskan, pemerintah juga tidak abai terhadap nasib para buruh yang bekerja. Pemerintah juga terus mendorong kepada perusahaan agar memberikan hak para buruh dengan berbagai kebijakan. Hal itu salah satunya ketika pemerintah menaikkan upah secara signifikan. Namun, ia juga menyebut buruh juga harus memperhatikan kemampuan perusahaan untuk memberikan upah. Tidak semua perusahaan mampu untuk memberikan upah yang layak. Bahkan, sejumlah perusahaan mengaku mengeluh dan akan pindah. Untuk itu, ia tidak ingin hal itu terjadi, dan pemerintah akan terus menjalin kerja sama dan menarik para investor untuk menanamkan sahamnya ke Indonesia. Pihaknya menyebut, angka pengangguran di Indonesia saat ini masih mencapai 7 juta, dengan persentase sekitar 6,5 persen pengangguran terbuka. Untuk itu, pihaknya juga terus mendukung untuk kegiatan "job fair" yang dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. "Kami dorong adanya titik temu antara pencari kerja dengan perusahaan, dan agar lebih mudah diakses," ucapnya. Ia yakin, dengan berbagai upaya itu, bisa mengurangi tenaga kerja. Selain itu, berbagai kebijakan untuk memerhatikan kesejahteraan para buruh, juga akan terus diperhatikan. Acara "Job Fair 2013" di Kabupaten Nganjuk itu diikuti ratusan warga calon pencari kerja. Mereka mencari informasi dan sebagian langsung membawa surat lamaran kerja. Ada lebih dari 30 instansi baik swasta ataupun pemerintah yang ikut dalam acara itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026