Logo Header Antaranews Sumbar

Askindo: Gerakan Nasional Kakao Belum Berdampak

Senin, 15 Oktober 2012 13:54 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Pelaku usaha menilai gerakan nasional (Gernas) kakao belum mengalami perkembangan karena konsumsi kakao nasional masih minim. "Diharapkan pemerintah bisa meningkatkan produksi kakao nasional dengan mengkampanyekan gernas kakao. Hal tersebut membuat produk kakao mempunyai nilai tambah yang tinggi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Dakhri Sanusi, di Jakarta, Senin. Pemberlakuan Bea Keluar (BK) kakao, menurut Dakhri, berdampak signifikan bagi pertumbuhan industri hilir kakao di dalam negeri. "Saat ini, potensi investasi industri hilir kakao mencapai 300.000 ton di wilayah Surabaya. Karena itu, kami mengharapkan, pemerintah memperhatikan industri hilir kakao dan membantu promosi pasar ekspor yang baru seperti ke Timur Tengah dan India," paparnya. Sedangkan Wakil Menteri Perindustrian, Alex S.W Retraubun, menambahkan selama ini sebagian besar biji kakao masih diekspor dalam bentuk biji mentah sehingga nilai tambahnya lebih banyak diminati negara lain. "Pemerintah berharap agar ke depan ekspor komoditas kakao Indonesia tidak lagi dalam bentuk biji mentah. Tapi, sudah dalam bentuk kakao olahan yang bernilai tambah dan menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya. Pemerintah memproyeksikan, jumlah industri hilir pengolahan kakao dari saat ini 16 unit bertambah menjadi 20 unit pada 2015. Kapasitas terpasang ditargetkan tumbuh dari 580.000 ton pada 2011 menjadi 950.000 ton pada 2015. Sedangkan, produksi dari 268.000 ton pada 2011, diproyeksikan tumbuh menjadi 700.000 ton pada 2015. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026