Logo Header Antaranews Sumbar

Sabar AS: 78 Tahun HMI merawat keislaman menjaga keindonesiaan

Rabu, 5 Februari 2025 11:06 WIB
Image Print

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat, Sabar AS menyampaikan dies natalis ke-78 HMI sebagai organisasi kader yang merawat keislaman menjaga keindonesiaan.

Sabar AS di Lubuk Sikaping, Rabu mengatakan kepada seluruh kader maupun alumni HMI agar terus berjuang, mengabdi serta berkontribusi untuk umat dan bangsa diberbagai ruang pengabdian.

"Tak terasa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah memasuki usia ke-78 tahun. Sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, HMI terus bergulir dalam dinamika perjuangannya, menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman," kata Sabar AS.

Didirikan pada 5 Februari 1947, HMI lahir dengan komitmen mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Para pendirinya, dipimpin Lafran Pane, berjuang membentuk organisasi ini sebagai wadah intelektual dan perjuangan bagi umat serta bangsa," katanya.

Sejak awal, HMI memainkan peran penting dalam panggung keumatan dan kebangsaan.

"Pada dekade 1950-an, di tengah perdebatan soal konsep negara Islam, HMI dengan tegas memilih jalur negara nasional. Pada 1970-an, ketika stagnasi pemikiran keislaman melanda, HMI tampil dengan gagasan “pembaruan Islam” yang digagas Nurcholish Madjid," katanya.

Sejarah mencatat, organisasi HMI selalu berada di garis depan dalam isu-isu strategis bangsa.

"Sebagai organisasi kemahasiswaan tertua yang tetap eksis hingga kini, HMI telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang strategis. Jejaring yang luas ini perlu dipergunakan sebaik-baiknya agar Mission HMI tercapai," katanya.

Kepada para kader yang masih berproses di kampus agar terus belajar dalam mencapai lima kualitas insan cita yang harus dimiliki oleh kader HMI dan para alumninya.

Kualitas tersebut yaitu insan akademis yang memiliki pemahaman keilmuan yang luas dan kritis, insan pencipta yang mampu berinovasi serta menciptakan solusi bagi permasalahan umat, insan pengabdi yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan siap mengabdikan diri untuk kemaslahatan masyarakat.

Selain itu juga insan yang bernapaskan Islam yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak, serta insan yang bertanggung jawab yang berkomitmen pada amanah dan integritas dalam setiap peran yang diberikan.

"Kader HMI memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan kepemimpinan ini. Namun, untuk bisa berkontribusi secara maksimal, pelatihan di HMI perlu diarahkan pada pengembangan kompetensi kepemimpinan berbasis kearifan lokal, kepemimpinan modern, serta pemanfaatan teknologi informasi digital," katanya.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026