Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD benarkan dua warga Padang meninggal usai terserat arus sungai

Selasa, 24 Desember 2024 20:14 WIB
Image Print
Sejumlah warga membersihkan tumpukan material pascatanah longsor di Kabupaten Agam, Sumbar. (Antara/HO-Humas BPBD Sumbar)

Padang (ANTARA) - Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ilham Wahab membenarkan tiga warga di Kota Padang terseret arus sungai dimana dua di antaranya meninggal dunia.

"Iya betul dua warga meninggal dunia usai terseret arus sungai yang deras di Kecamatan Koto Tangah," kata Juru Bicara BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab di Padang, Selasa.

Ilham menjelaskan ketiga korban merupakan seorang ibu rumah tangga bernama Riski Santi dan dua anaknya masing-masing yang masih berusia satu tahun delapan bulan dan lima tahun.

Korban pertama dan kedua ditemukan petugas pencarian sekitar 500 dan 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara ibu korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUP Dr M.Djamil Padang untuk mendapat penanganan medis.

Ilham mengatakan selama beberapa hari terakhir wilayah Sumbar diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Selain itu, angin kencang hingga tanah longsor juga melanda beberapa daerah seperti yang terjadi Kabupaten Agam.

Mengingat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan, BPBD Provinsi Sumbar bersama BPBD kabupaten dan kota menyiapkan sejumlah langkah mitigasi di antaranya menyiagakan personel berikut perlengkapannya.

"Selain itu, kita juga menyiagakan petugas dan alat berat yang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum terutama di titik-titik rawan bencana," kata dia.

Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengingatkan masyarakat di provinsi setempat untuk mewaspadai potensi hujan dan cuaca ekstrem hingga Januari 2025.

"BMKG mengingatkan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru sampai dengan Januari 2025 adanya potensi hujan dan cuaca ekstrem di wilayah Sumbar," kata dia.

Ia menjelaskan, potensi hujan ekstrem di kawasan pesisir barat dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya berkaitan dengan zona ekuatorial atau kawasan yang tidak mengenal musim kemarau.

Selain itu, tingginya intensitas curah hujan di kawasan pesisir barat juga bisa disebabkan oleh masifnya pertumbuhan bibit-bibit awan hujan, belokan angin dan lain sebagainya sehingga bisa memicu curah hujan deras hingga ekstrem.



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026