
Pejabat: Dua Polisi Tewas dalam Serangan Pemberontak Kolombia

Bogota, (Antara/AFP) - Gerilyawan FARC menewaskan dua petugas polisi dalam serangan di Kolombia selatan. Polisi Nasional dalam sebuah pernyataan mengatakan, seorang komandan polisi dan seorang wanita sipil juga terluka dalam serangan Jumat sore itu dekat kota Solano di bagian Caqueta. Para petugas sedang melakukan patroli dan pertemuan warga di Solano ketika mereka diserang dengan tembakan senjata ringan oleh pendukung FARC, kata pernyataan itu. Sayap kiri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC dalam singkatan bahasa Spanyol, dan pemerintah Juan Manuel Santos telah terlibat dalam perundingan perdamaian di Kuba sejak November 2012. Pertempuran terus berlanjut meskipun pembicaraan dengan pemerintah menolak pemberontak menyerukan gencatan senjata. Santos berpendapat bahwa FARC akan menggunakan gencatan senjata untuk menghimpun kembali kekuatan militer di balik kedok pembicaraan perdamaian. Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC, telah mengobarkan pemberontakan terhadap negara sejak tahun 1964. Putaran terakhir pembicaraan di Havana adalah upaya keempat sejak tahun 1980-an untuk mengakhiri konflik bersenjata terlama di Amerika Latin itu. Sejauh ini, bagaimanapun, kedua pihak hanya mampu menyepakati poin pertama dari lima pasal dalam agenda. FARC diperkirakan memiliki 8.000 pejuang, meskipun para pengulas mengatakan kelompok itu telah melemah secara militer dalam beberapa tahun terakhir dengan hilangnya pemimpin penting mereka. Sebuah komisi pemerintah baru-baru ini memperkirakan bahwa 220.000 orang telah tewas dalam konflik. Perkiraan lain sebanyak 600.000 tewas. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
