Logo Header Antaranews Sumbar

Pendukung Moursi Serukan Unjuk Rasa Peringati Perang Arab-Israel

Sabtu, 5 Oktober 2013 21:46 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Para pendukung presiden Mesir yang digulingkan Mohamed Moursi Sabtu menyerukan dilakukan protes baru memperingati Perang Arab-Israel tahun 1973 setelah aksi kekerasan selama beberapa minggu. Aliansi Anti-Kudeta dari kelompok-kelompok Islam menyerukan kepada para pendukung mereka untuk kembali berusaha datang ke Taman Tahrir (Kemenangan) Kairo, yang diblokir oleh tentara untuk memperingati ulang tahun ke-40 perang itu pada Ahad. Konflik itu, yang dikenal sebagai perang Oktober di dunia Arab dan perang Yom Kippur di Israel, diingat dengan bangga oleh tentara Mesir ketika mereka tanpa disangka merebut pertahanan Israel dan pada akhirnya Mesir menguasai kembali Semenanjung Sinai berdasarkan perjanjian perdamaian tahun 1979. Aliansi Anti-Kudeta Mesir mengulangi seruannya kepada semua warga Mesir untuk melanjutkan protes di seluruh Mesit dan berkumpul di Taman Tahrir Ahad, 6 Oktober untuk merayakan kemenangan tentara dan para pemimpin mereka," kata kelompok Islam itu. Usaha-usaha pada Jumat oleh para pemrotes kelompok Islam itu menentang penggulingan Moursi 3 Juli untuk datang ke Taman Tahrir memicu bentrokan dengan pasukan keamanan yang menanggapi dengan melancarkan serangan gas air mata dan tembakan-tembakan peringatan. Empat orang tewas dalam aksi protes yang mematikan di Kairo dalam lebih dari sebulan ketika para demonstran terlibat bentrok dengan para pendukung kudeta serta personil pasukan keamanan. Tidak jelas apakah yang tewas itu dari kelompok Islam atau lawan-lawan mereka. Seorang pejabat medis mengatakan tidak ada personil keamanan yang tewas. Bentrokan-bentrokan juga terjadi di Iskandariyah dan Provinsi Assiut, Mesir Hulu, kata media pemerintah. PBB dan Amerika Serikat menyerukan agar protes-protes baru dilakukan secara damai. Moursi, presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis, digulingkan oleh militer setelah protes-protes massal terhadap pemerintahnya yang baru berusia satu tahun. Ia ditahan di satu lokasi yang tidak diketahui sejak itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026