
Jepang Melangkah Panjang Menuju Brazil

Singapura, (ANTARA/AFP) - Gol menit akhir yang diciptakan Shinji Okazaki ketika melawan Oman, membuat Jepang melakukan langkah penjang menuju Piala Dunia 2014, Rabu, sedangkan saingan mereka di Grup A, Irak, juga melakukan gebrakan menit akhir sehingga peluang masih terbuka. Laga Grup B lebih ketat, ketika Uzbekistan naik ke puncak dengan koleksi delapan poin dan memimpin satu poin - kendati tim urutan kedua Korea Selatan masih menyisakan satu pertandingan karena tidak turun lapangan Rabu - setelah menang secara sensasional 1-0 di Iran. Iran juga mengoleksi tujuh poin sedangkan tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar membuka peluang mereka maju ke babak final untuk pertama kali setelah menang 1-0 atas Lebanon di Doha, setelah mendapatkan tujuh poin. Jepang lebih dulu memimpin pada awal laga di Muscat melalui Hiroshi Kiyotake, tetapi mereka goyah ketika Ahmed Mubarak berhasil melakukan tendangan bebas menit ke-77. Okazaki menjadi pahlawan tim ketika mencetak gol kemenangan meni tke-89, sehingga Jepang tetap memimpin di Grup B. Tim juara Asia itu kini menabung delapan poin dengan sisa tiga pertandingan, sehingga berpeluang maju untuk kelima kalinya ke Piala Dunia yang akan berlangsung di Brazil. "Saya gembira dapat mencetak gol, karena saya merasa tidak banyak melakukan permainan bagus sepanjang pertandingan," kata Okazaki. "Tapi kami tetap berusah dan berhasil memenuhi keinginan kami pada akhir permainan. Kami bermain tidak terlalu bagus kali ini dan berharap dapat meningkatkannya untuk mengalahkan Jordania pada laga selanjutnya," katanya. Pelatih Jepang, Alberto Zacceroni asal Italia, mengatakan, panas di negara Timur Tengah itu membuat masalah bagi pemainnya, tapi ia bangga atas keinginan pemainnya yang tidak ingin pertandingan berkesudahan imbang. "Kami menargetkan mendapat tiga poin di sini dan saya gembira karena kami berhasil mendapatkannya," kata Zaccheroni. "Panas membuat kami tidak dapat bermain seperti yang kami lakukan selama ini. Oman lebih bagus dan saya bangga karena pemain saya tidak ingin laga berakhir imbang," katanya. Di Doha, pemain Irak, Hammadi Ahmed, juga mencetak gol menit empat menit menjelang akhir permainan, dengan melakukan tendangan menggunakan kaki kiri dan bola meluncur melengkung ke dalam gawang. Gol tunggal itu cukup bagi juara Piala Asia 2007 itu untuk bertahan dalam pertandingan ketat di Grup B, merupakan kemenangan pertama mereka dalam lima pertandingan. Hasil pertandingan itu membuat lega pelatih Irak, Zico, yang dalam laga itu tidak memasukkan pemain veteran Younus Mahmoud dan Nashat Akram dalam timnya. Di Muscat, Oman tampil berbahaya dan seharusnya sudah unggul atas Jepang pada menit ke-10, tetapi Fawzi Bashir menendang bola tidak tepat ke arah mulut gawang. Pemain Stuttgart, Okazaki, yang tidak ikut membantu Jepang dalam laga persahabatan melawan Prancis dan Brazil, mendapat peluang emas tetapi dapat dijinakkan penjaga gawang Oman yang juga kiper Wigan Athletic, Ali Al Habsi, sebelum Kiyotake memecah jalan buntuk. Oman gagal menguasi bola yang melayang dari Yuto Nagatomo yang menendang dari sisi kiri sehingga pemain tengah dari Nuremburg Kiyotake mengolah bola liar dan menjebol gawang Oman dari jarak dekat. Gol itu menggoyahkan Oman tetapi mereka berhasil menyamakan kedudukan menit ke-36 melalui Al Ajmi. Pada awal babak kedua, pemain Oman Mubarak nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan dari jarak jauh. Kiyotake dan Sakai sama-sama memiliki peluang untuk memperpanjang kedudukan Jepang, tetapi 13 menit menjelang laga usai, Mubarak melancarkan tendangan mendatar menggetarkan jala gawang lawan, membuat penonton tuan rumah bersorak gembira. Ketika Oman melakukan tekanan untuk memenangi pertandingan, pemain pengganti Gotoku Sakai berlari tidak dikawal pemain Oman dan umpannya disambut dengan jitu oleh Yasuhito Endo dan Okazaki melakukan tugasnya dengan mudah. Kemenangan Qatar atas Lebanon dilakukan pemain kelahiran Uruguay, Sebastian Soria, yang mendapat bola di luar area kotak penalti dan berhasil menggoyang gawang Lebanon dari jarak sekitar 40 yard. "Ini pertandingan amat penting bagi kami dan terima kasih kepada Sebastian yang membuat peluang kami tetap terbuka," kata pelatih Qatar, Paulo Autuori. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
