Logo Header Antaranews Sumbar

Lima Anggota Mapala Unand Diduga Hanyut

Sabtu, 28 September 2013 09:30 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, menyatakan saat ini tengah mencari lima mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Andalas (Unand) diduga hanyut sejak Sabtu (28/9) sore.

Kepala BPBD Kota Padang Budi Erwanto di Padang, Sabtu, mengatakan, BPBD menerima laporan dari masyarakat malam ini, bahwa ada satu korban yang ditemukan di jembatan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, dan langsung menuju tempat kejadian.

"Saat ini kita telah menurunkan personel, untuk melakukan pencarian lima mahasiswa Unand yang diduga hanyut tersebut, sebab dari informasi awal, mereka hanyut saat tengah menyeberangi sungai di kawasan Patamuan, Batu Busuk, Kecamatan Pauh," kata Budi.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi awal, mahasiswa yang tergabung dalam Mapala tersebut sedang melakukan survei lokasi sejak Sabtu pagi untuk pembekalan bagi junior mereka. Menjelang magrib atau sore, ada delapan orang yang menyeberang di aliran sungai itu.

BPBD menambahkan, dari delapan orang mahasiswa tersebut, dua orang selamat saat menyeberang, dan enam lainnya, diduga diseret air bah yang tiba-tiba datang.

Dari enam orang yang diduga diseret air bah dan hanyut tersebut, satu orang mahasiswa perempuan atas nama Tika, ditemukan meninggal pada Sabtu malam. "Korban yang meninggal tersebut adalah perempuan, namanya dari informasi awal adalah Tika, dan untuk yang lainnya saat ini kita masih melakukan pendataan," jelas Budi.

Budi menambahkan, untuk mencari lima mahasiswa lainnya BPBD bersama masyarakat telah mendirikan posko di kawasan jembatan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, di lokasi yang pernah dihantam air bah pada pertengahan 2012, dimana di sana dibuat jaring.

BPBD juga menjelaskan, pencarian terus dilakukan malam ini, bersama masyarakat agar lima mahasiswa tersebut dapat segera ditemukan, dan persolen yang diturunkan saat ini telah mencapai sekitar 30 orang. (eko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026