
12 Mahasiswa Farmasi UGM Kunjungan Studi ke Jerman

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program kunjungan studi ke berbagai perguruan tinggi di Jerman dari 16 sampai 27 September. Mereka berangkat atas undangan dari Layanan Pertukaran Akademis Jerman (Deutscher Akademischer Austausch Dienst - DAAD), kata dosen pembimbing yang mengikuti program tersebut, Dr. T. Irianti Dari Fakultas Farmasi UGM melalui telpon kepada Antara, Senin. Dia mengungkapkan, selama berada di Jerman para mahasiswa UGM tersebut juga akan menyampaikan presentasi dan diskusi ilmiah dengan para akademisi perguruan tinggi yang dikunjungi. Misalnya saja, menurut Irianti, di kota Gottingen, mereka akan mengikuti presentasi tentang "biodiversity, ecologi dan evolusi" yang disampaikan oleh Dr. Dirk Gansert dari Universitas Gottingen, diskusi tentang "ecologi hutan tropis" dengan Prof. Dr. Dirk Hoelscher, dan mengunjungi taman botani di kota tersebut. Di kota Thuringen, rombongan akan mengunjungi Taman Nasional, sementara di Berlin, mereka akan ke Universitas Humboldt untuk meninjau proyek "interaksi pathogen dan mycorrhiza" dengan Prof. Ph Franken, diskusi tentang jamu tradisional dengan Studi kasus:"Perjalanan Pengobatan Herbal di Era Gaya Hidup Modern", mengunjungi lab, phytochamber dan rumah kaca (green house). Sementara di Universitas Freie, juga di Berlin, rombongan akan berdikusi dengan tema "aplikasi genetika" bersama Prof. Dr. Reinhard Kunze. Di Berlin, para mahasiswa UGM trsebut juga akan mengunjungi museum tentang kekejaman Nazi terhadap kaum Yahudi, dan juga bekas lokasi tembok Berlin, mengunjungi taman botani, dan presentasi di Universitas Freie dengan studi kasus tentang "Diversity Etnobotani Indonesia sebagai Pengobatan Tradisional". Sementara di kota Muenchen, mahasiswa UGM tersebut akan berkunjung ke Universitas Ludwig-Maxmilians dan melakukan diskusi di sana tentang proyek riset bersama pembuatan obat-obat tradisional. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
