
Pasukan Keamanan India Bunuh 14 Anggota Pemberontak Maois

Bhubaneswar, India, (Antara/AFP) - Pasukan keamanan India menewaskan 12 anggota pemberontak Maois di India Timur, Sabtu, kata polisi, dalam pertumpahan darah terbaru dalam konflik lama saat pemberontak berperang untuk menggulingkan pemerintah. Itu adalah kematian pemberontak terbanyak dalam satu pertempuran di negara bagian Orissa dan terjadi saat operasi anti-Maois meningkat di daerah itu dalam satu bulan belakangan, kata polisi. "Empat-belas pemberontak, termasuk seorang kader wanita tewas. Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut," kata Direktur Kepolisian Negara Bagian Orissa Jenderal Prakash Mishra kepada AFP. Belum ada laporan mengenai korban di pihak pasukan keamanan, tambah Mishra. Pemberontak Maois tumbuh dari kelompok-kelompok ideologi berhaluan keras menjadi satu pasukan pemberontak, dan menciptakan apa yang disebutnya "Koridor Merah" --yang membentang di sepanjang India Tengah dan Timur. Pertempuran Sabtu itu terjadi di daerah hutan Padia di Negara Bagian Orissa, yang kaya akan mineral tetapi miskin sekitar 650Km barat daya ibu kota wilayan tersebut, Bhubaneswar. Pasukan keamanan sedang melakukan satu operasi di daerah itu untuk mengejar pemberontak ketika mereka datang melintas kamp Maois, kata polisi. Polisi menambahkan pihak berwenang kini sedang mengejar pemberontak lainnya di daerah itu. Daerah di mana pertempuran terjadi dekat dengan negara bagian Chhattisgarh yang diserang pemberontak. Polisi mengatakan satu tempat penyimpanan bahan peledak, senjata-senjata dan amunisi dan literatur Maois disita dari lokasi kamp itu. Media lokal memberitakan kelompok pemberontak yang berpangkalan di hutan diperkirakan terlibat dalam serangan pemberontak Maois terhadap satu konvoi para pemimpin partai Kongres di negara bagian Chhattisgarh. Serangan di satu daerah suku terpencil menewaskan 24 orang termasuk 12 pemimpin Kongres lokal dan para pendukung. Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut Maois sebagai ancaman keamanan dalam negeri paling serius dan sering terjadi aksi kekerasan di daerah-daerah di mana ada pemberontak. Pemberontak Maois berperang di hutan-hutan dan darah pedesaan untuk apa yang mereka katakan membela hak-hak orang suku yang memiliki angka tertinggi buta aksara dan kemiskinan, dan para petani yang tidak memiliki tanah selama puluhan tahun. Mereka menuntut tanah dan pekerjaan bagi warga yang miskin dan ingin mendirikan satu masyarakat komunis dengan menggulingkan apa yang mereka sebut pemerintah India yang "semikolonial, semifeodal." Pemberontakan itu diperkirakan telah menewaskan puluhan ribu orang. Pemberontak Maois diperkirakan melanda di paling tidak 20 negara bagian tetapi sebagian besar aktif di Chhattisgarh, Orissa, Bihari, Jhakhand dan Maharashtra, menduduki ribuan kilometer persegi tanah. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
