Logo Header Antaranews Sumbar

Tentara Nigeria Tewaskan 10 Gerilyawan

Kamis, 12 September 2013 07:21 WIB
Image Print

Maiduguri, Nigeria, (Antara/AFP) - Pasukan Nigeria meluncurkan serangan udara dan membunuh 10 tersangka anggota kelompok garis keras Boko Haram dalam bentrokan di timur laut bergolak negara itu, kata militer Rabu. Pihak militer mengatakan, tentara bentrok dengan "para gerilyawan Boko Haram yang sedang melarikan diri" pada Selasa malam menyusul pengrusakan diduga dua kamp Boko Haram di daerah Konduga, negara bagian Borno. Detail mengenai serangan udara itu belum jelas dan juga aspek lain dari serangan tersebut. Militer Nigeria sebelumnya telah menggunakan kekuatan udara sejak meluncurkan ofensif Mei yang bertujuan untuk mengakhiri empat tahun pemberontakan Boko Haram. Bentrokan itu terjadi menyusul "serangan udara dan penghancuran selanjutnya dari dua kamp gerilyawan Boko Haram di Mada, wilayah pemerintah daerah negara bagian Borno," kata Letkol Sagir Musa dalam satu pernyataan. Ini terjadi pada saat pasukan bepergian ke Kota Biu dan"telah memergoki gerilyawan Boko Haram yang melarikan diri," katanya. "Sepuluh teroris tewas dan beberapa amunisi, termasuk empat senapan AK-47, lima magasin AK-47 dan 250 butir peluru berbagai macam ditemukan," kata pernyataan itu. "Sepuluh sepeda motor milik anggota sekte hancur di dalam serangan udara dan darat." Pemberontakan Boko Haram telah menewaskan lebih dari 3.600 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan, yang telah dituduh sebagai pelanggaran besar. Konduga telah menjadi ajang kekerasan sebelumnya. Pada 10-11 Agustus diduga anggota Boko Haram menyerang sebuah masjid di Konduga dan menembak mati 44 jamaah serta 12 orang lain di desa yang berdekatan. Sebagian besar kekerasan baru-baru ini dikaitkan dengan Boko Haram yang dikatakan melakukan aksi balas dendam atas para warga yang membentuk kelompok siaga untuk membantu militer mengejar dan menangkap gerilyawan. Hal ini juga tampaknya telah menggeser mereka dari kota-kota ke daerah-daerah terpencil timur laut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026