Logo Header Antaranews Sumbar

Akademisi Unand paparkan strategi untuk cegah kemacetan

Kamis, 13 April 2023 17:09 WIB
Image Print
pakar transportasi dari Unand Yossyafra memberikan paparan terkait kebijakan jalan satu arah secara virtual di Padang, Kamis (13/4/2023). ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Padang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat memaparkan strategi manajemen lalu lintas yang bisa diterapkan pemerintah dalam mencegah atau mengurai kemacetan.

"Pertama, pengaturan lalu lintas dan kedua pengaturan dengan informasi terhadap pengguna jalan," kata pakar transportasi dari Unand Yossyafra di Padang, Kamis.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi terpumpun bertajuk "evaluasi uji coba one way dan strategi mengatasi kemacetan lalu lintas lebaran".

Menurut Yossyafra, dua strategi tersebut penting untuk dibahas Pemerintah Provinsi Sumbar yang akan menerapkan rekayasa lalu lintas jalan satu arah (one way) dari arah Kota Padang menuju Kota Bukittinggi, dan sebaliknya saat musim mudik Lebaran 2023.

Ia menjelaskan berbicara masalah peraturan lalu lintas maka ada banyak aspek yang dibahas. Misalnya pembatasan kecepatan kendaraan, pembatasan arah pergerakan di persimpangan jalan hingga jalan satu arah atau one way.

Untuk menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas seperti jalan satu arah, Yossyafra mengingatkan pemerintah harus betul-betul memasifkan sosialisasi kepada masyarakat terutama pengguna jalan raya. Tidak hanya itu, termasuk pula soal peta arus lalu lintas dan lain sebagainya tersampaikan kepada masyarakat dengan baik.

Hal tersebut ditujukan agar tidak menimbulkan kebingungan dari masyarakat terkait penerapan rekayasa lalu lintas jalan satu arah yang direncanakan dimulai pada H-3 dan H+3 Idul Fitri 1444 hijriah.

Rekayasa lalu lintas yang telah diujicobakan pada Sabtu (8/4) tersebut dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB. Melalui kebijakan tersebut tingkat kemacetan yang diperkirakan terjadi saat musim mudik lebaran dapat diatasi dengan maksimal.



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026