
Sembilan Orang Tewas Dalam Serangan di Irak

Mosul, Irak, (Antara/AFP) - Sembilan orang, termasuk lima prajurit, tewas dalam serangan militan di Irak, Kamis, kata sejumlah pejabat. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki telah berjanji melanjutkan operasi keamanan untuk berusaha mengendalikan kekerasan, yang tahun ini menewaskan lebih dari 3.500 orang. Dalam serangan paling mematikan, penyerang bunuh diri meledakkan sebuah truk minyak yang berisi bom di sebuah pos pemeriksaan militer di jalan raya di provinsi Anbar yang berpenduduk Arab Sunni di Irak barat, menewaskan empat orang, kata sumber-sumber medis dan keamanan. Serangan itu, yang terjadi di dekat ibu kota provinsi, Ramadi, di rute yang menghubungkan kota tersebut dengan perbatasan Suriah, menewaskan tiga prajurit dan seorang warga sipil serta melukai 14 orang. Juga Kamis, orang-orang bersenjata membunuh empat orang di provinsi Nineveh, Irak utara, termasuk dua prajurit, dan mencederai satu orang dalam dua serangan terpisah, salah satunya ditujukan pada sebuah pos pemeriksaan. Di kota sengketa Kirkuk, Irak utara, orang-orang bersenjata menculik dan membunuh seorang pengacara, sementara ledakan bom mobil di sebuah tempat parkir kendaraan pemerintah mencederai empat orang. Serangan-serangan di Irak meningkat tahun ini, khususnya sejak operasi keamanan 23 April di sebuah lokasi protes Arab Sunni anti-pemerintah yang menyulut bentrokan-bentrokan yang menewaskan puluhan orang. Kekerasan Kamis itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya. Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Ramadhan, yang telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak. Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang. Jumlah kematian akibat serangan-serangan di Irak melampaui 3.500 orang sejak awal tahun ini. Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008. Jumlah kematian pada Maret mencapai 271, sementara sepanjang Februari, 220 orang tewas dalam kekerasan di Irak, menurut data AFP yang berdasarkan atas keterangan dari sumber-sumber keamanan dan medis. Irak dilanda kemelut politik dan kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak. Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
