
Ilmu Lingkungan Solusi Sebagian Besar Masalah Bangsa

Jakarta, (ANTARA) - Ilmu-ilmu lingkungan sebagai ilmu interdisiplin merupakan bidang keilmuan yang dapat memberikan solusi dalam mengatasi sebagian besar persoalan bangsa saat ini. Hal itu disampaikan Dr Siti Nurbaya pada pengukuhannya sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni Program Studi Lingkungan IPB (HA-PSL-IPB) bersama 55 orang Dewan Pengurus yang terdiri dari Dewan Pertimbangan dan Kehormatan, Dewan Penasehat dan Dewan Pakar serta Dewan Pengurus di Bogor oleh Ketua PS PSL IPB Prof Dr Ir Cecep Kusmana. Menurut keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Minggu, Siti Nurbaya terpilih secara aklamasi pada Kongres I HA-PSL-IPB tanggal 15 September 2012 yang lalu di Bogor. Menurut dia, kepercayaan ini diterimanya sebagai tugas dan tantangan dengan cita-cita untuk ikut membantu penyelesaian masalah-masalah bangsa. Beberapa persoalan yang menonjol dalam lingkup keilmuan lingkungan itu seperti kebijakan pangan, energi, pengelolaan sumberdaya alam tambang, pengelolaan konflik lahan dan hutan, tata ruang. Selain itu juga persoalan dana bagi hasil SDA dan yang utama alih fungsi lahan. Begitu pulasoal pencemaran dan limbah impor ilegal yang sedang marak diberitakan. Himpunan ahli keilmuan lingkungan perlu terus mengikuti dan memberikan dukungan dalam langkah-langkah antisipatif dunia usaha dan pemerintah seperti award proper hijau dan lain-lain, juga usaha ramah lingkungan seperti yang dilakukan Pertamina, Unilever, dan berbagai BUMN serta dunia usaha swasta. Semua itu ada dalam lingkup keilmuan lingkungan dan sumberdaya alam, katanya. Bahkan, termasuk dalam merencanakan managemen unit pemerintahan daerah atau pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonom baru dapat digunakan ilmu lingkungan karena bisa menghitung kapasitas daya dukung lahan untuk mencapai kemajuan daerah yang bisa direncanakan. Menurut Sekjen DPD RI ini, distribusi pendapatan, baik untuk masyarakat (petani), pemerintah dan pemda dan serta pihak swasta juga bisa dihitung dengan pendekatan model daya dukung lahan tersebut. Siti Nurbaya juga mengingatkan kepada jajaran pengurus bahwa sebagai salah satu organisasi profesi yang tumbuh di tengah-tengah civil society group, kiranya HA-PSL-IPB yang dipimpinnya perlu menjadi bagian dari model civil society group yang bermanfaat dan beraktualisasi secara tepat, yaitu memberi pengaruh positif kepada pemerintah dengan pandangan-pandangan profesional, juga kepada lembaga legislatif dalam penyusunan dan pembahasan RUU yang relevan. Selain itu juga harus menjadi organisasi yang memberikan pemberdayaan kepada masyarakat. Tentu saja langkah pertama yang dilakukan ialah konsolidasi anggota para ahli lingkungan alumni IPB yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia sebanyak lebih kurang 1200 orang dengan sekitar 500 orang doktor ahli lingkungan. "Kalau semua efektif menjalankan tugas di masing-maisng bidangnya dengan menggunakan keilmuan lingkungan tersebut, akan banyak masalah bisa diselesaikan," ujarnya. Dalam waktu singkat ini direncanakan untuk mengorganisir anggotanya, paar ahli lingkungan supaya merasa terpanggil ikut membantu memecahkan berbagai masalah bangsa. Agenda lainnya ialah mensosialisasikan tentang makna ekosistem sesuai agenda pemerintah, ekoregion; juga membantu IPB dalam pengembangan kurikulum lingkungan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan internasional. Tentu saja, kata dia, yang paling utama harus diselesaikan ialah aspek-aspek dukungan organisasi seperti petunjuk organisasi untuk tata laksana, kode etik profesi, dan akan segera rapat kerja secara nasional, karena ini baru organisasi rintisan pertama kalinya. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
