Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat komitmen prioritaskan program keamanan pangan

Senin, 6 Maret 2023 17:51 WIB
Image Print
Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto saat menandatangani komitmen memprioritaskan program nasional keamanan pangan terpadu pada pada 2023. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen memprioritaskan program nasional keamanan pangan terpadu pada pada 2023.

Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Senin, mengatakan pemkab setempat baru saja menandatangani komitmen untuk keamanan pangan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

Menurutnya masalah pangan yang dihadapi oleh masyarakat Pasaman Barat bisa terselesaikan secara bertahap dan baik.

Selain itu, program keamanan pangan terpadu yang dilaksanakan ini juga merupakan salah satu program prioritas nasional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Masalah keamanan pangan merupakan masalah lama yang belum terselesaikan. Ketika mulai mencari inovasi. Namun masalah kebersihan pangan, bahan berbahaya dan stunting belum juga dapat diatasi," ujarnya.

Masalah utama pangan, katanya, adalah persepsi masyarakat terkait pangan itu sendiri. Masyarakat menganggap yang dilakukan selama ini adalah sesuatu yang aman dan tidak memiliki resiko apapun.

Padahal masih ditemukan kasus keracunan akibat pangan dan angka stunting yang belum dapat ditekan.

"Kadang kita lalai tentang keamanan pangan ini, yang tentunya berdampak kepada kesehatan. Apalagi kita sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan dan banyak jajanan berbuka. Tentunya keamanan perlu kita perhatikan," sebutnya.

Ia berharap kepada kader yang telah dibentuk dan ditunjuk di beberapa daerah hari ini, dapat menjalankan program yang sudah direncanakan dengan baik.

Begitu juga dengan jajanan anak sekolah, yang harus dipastikan sudah aman. Sehingga tidak ada lagi penyakit yang berbahaya bagi generasi muda kedepannya.

Ia berharap melalui program keamanan pangan terpadu dari BPOM ini akan memberi hasil yang signifikan dan secara perlahan dapat memperbaiki perilaku dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan.

Pihaknya juga telah melakukan advokasi terkait keamanan pangan terpadu. Diantaranya desa atau nagari pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan sekolah dengan pangan jajanan anak sekolah aman.*



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026