
Suriah Tuduh AS Ogah Selesaikan Krisis

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Suriah pada Jumat (16/8) menuduh Pemerintah AS terus menyebarkan kebohongan dan penipuan untuk menyembunyikan pendiriannya yang menolak penyelesaian damai bagi konflik berkepanjangan di Suriah. Di dalam pernyataan singkat tersebut pada Jumat, kementerian itu menuduh Amerika Serikat tak ingin membantu menemukan penyelesaian politik melalui dialog di antara rakyat Suriah dalam konferensi perdamaian mendatang di Jenewa. "Selain mempersenjatai pelaku teror Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al Qaida ..., Amerika Serikat sekarang memutar-balikkan fakta bahwa Suriah telah setuju ikut dalam konferensi Jenewa tanpa syarat," kata pernyataan itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Pernyataan tersebut merujuk kepada pernyataan AS baru-baru ini yang mengatakan Suriah "kurang serius untuk ikut dalam pembicaraan". Pernyataan Suriah itu dikeluarkan setelah satu pernyaaan sebelumnya dikeluarkan oleh Moskow, yang mengecam Amerika Serikat karenan mengubah situasi jadi jungkir-balik mengenai persiapan bagi konferensi Jenewa. Pada Senin (12/8), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov mengatakan Moskow menduga pembicaraan Jenewa takkan diselenggarakan sebelum Oktober. Konferensi tersebut, yang telah beberapa kali ditunda, adalah kelanjutan pertemuan Jenewa musim panas lalu. Selama pertemuan itu, satu peta jalan perdamaian diajukan buat Suriah tapi tak pernah dilaksanakan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
