
Suriah Tuduh Gerilyawan Serang Kota Besar dengan Mortir

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Suriah pada Kamis (14/11) mengeluh kepada PBB mengenai peningkatan serangan mortir gerilyawan terhadap kota besar Suriah, dan mendesaknya agar meminta pertanggung-jawaban dari negara yang mendukung gerilyawan bersenjata. Kementerian itu mengeluarkan keluhan tersebut dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan presiden Dewan Keamanan. "Bom mortir yang secara membabi-buta diluncurkan ke berbagai kota besar Suriah, telah menjadi salah satu metode pilihan bagi kelompok teror untuk membunuh warga sipil yang tak berdosa, terutama di Kota Damaskus, yang terbukti berada dalam jangkauan kelompok semacam itu," kata kementerian tersebut. "Anak-anak dan sekolah mereka menanggung beban dari aksi membabi-buta ini," tambah kementerian itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. "Kementerian Pendidikan," katanya, "telah menghentikan kegiatan belajar-mengajar selama tiga hari, mulai 13 November di sejumlah sekolah sasaran untuk melindungi anak-anak dari jaringan teror, yang memiliki dampak negatif pada proses pendidikan." Kementerian tersebut juga mendesak masyarakat internasional agar membantu "dengan mengeluarkan pengutukan jelas terhadap kelompok teror, dan negara yang mendukung mereka ..., dan bertindak guna mengeringkan sumber daya teror". Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan lima orang tewas pada Kamis akibat beberapa serangan mortir terhadap Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan Kota Homs di bagian tengah negeri itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
