Logo Header Antaranews Sumbar

Bawaslu berikan pendidikan politik bagi pemuda

Minggu, 25 Desember 2022 17:41 WIB
Image Print
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Agam, Okta Muhlia bersama pengurus DPK KNPI se Agam. Dok Bawaslu Agam   (ANTARA/HO Bawaslu Agam  )

Lubukbasung (ANTARA) - Bawaslu Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan pendidikan politik bagi pemuda di daerah itu dan mereka diminta untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu serentak 2024.

"Pendidikan politik itu kita berikan saat jambore Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diikuti seluruh pengurus DPK KNPI Agam di Pantai Bandar Mutiara Kecamatan Tanjungmutiara, Sabtu (24/12)," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Agam, Okta Muhlia di Lubukbasung, Minggu.

Ia mengatakan Bawaslu Agam mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kolaborasi yang sudah dimulai ini.


Ke depan, Bawaslu Agam berharap bisa bekerjasama dengan KNPI melakukan berbagai kegiatan dalam pendidikan politik kepada masyarakat banyak.

Kerja sama dilakukan berupa pendidikan politik dan pengawasan partisipatif seperti membuat forum-forum kegiatan pendidikan politik dan bisa dengan perjanjian kerjasama atau rapat-rapat terbuka yang biasa dilakukan dalam rangka membuat kegiatan yang bersifat mendidik pemuda agar melek politik

"Dengan hadirnya organisasi pemuda seperti KNPI dalam proses demokrasi bangsa, diharapkan proses demokrasi dan Pemilu 2024 dapat dilalui dengan baik," katanya.

Ia mengakui kesadaran bernegara dalam pemahaman politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Sayangnya kesadaran seperti ini belum meluas dan masih mengakar dalam tradisi di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri masih banyak segmen masyarakat yang alergi dengan politik.

Setelah alergi politik, tambahnya, juga munculnya apatisme, sikap pasrah, sikap terserah dan situasi jadi tambah parah dengan munculnya sikap oportunisme politik, asal ada duit dipilih.

"Politik uang merebak, membuat kepercayaan pada politik itu sendiri tambah terpuruk," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026