Logo Header Antaranews Sumbar

Lapas Bukittinggi panen bawang hasil pertanian narapidana

Jumat, 18 November 2022 19:20 WIB
Image Print
Panen bawang merah yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bukittinggi, Jumat (18/11). ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan panen bawang merah sebagai produk hasil pertanian yang dijalankan oleh narapidana dalam tujuh puluh hari terakhir.
"Bawang merah yang dipanen kali ini adalah hasil perkebunan para narapidana di Lapas Bukittinggi melalui program pembinaan kemandirian," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar R Andika Dwi Prasetya, yang menghadiri langsung kegiatan panen raya di Bukittinggi, Jumat.
Ia mengatakan program kemandirian yang digulirkan oleh Lapas Bukittinggi tersebut adalah suatu inovasi pembinaan yang diberikan penjara kepada narapidana yang tengah menjalani masa hukuman.
Dalam kegiatan itu Andika yang didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan M Ali Syeh Banna, dan Kepala Divisi Imigrasi Novianto Sulastono memanen sekitar limapuluh kilogram bawang merah.
Bawang merah itu ditanam di dalam lingkungan Lapas Bukittinggi dengan luas lahan mencapai satu hektare, rencananya hasil panen tersebut akan dijual yang dibantu pihak ketiga.
"Pemasaran dibantu oleh pihak swasta yaitu Unit Dagang Rahmat Indah Sentosa (RIS) yang juga membantu dalam penyediaan bibit dulu," jelasnya.
Sementara Kepala Lapas Bukittinggi Marten mengatakan ada sepuluh narapidana yang terlibat dalam kegiatan pertanian bawang merah tersebut.
"Narapidana dipilih lewat proses asesmen terhadap bakat atau minatnya masing-masing, bagi yang minatnya di pertanian maka kami libatkan," jelasnya.
Ia menyebutkan proses mulai dari penyediaan lahan, penanaman, pemupukan, hingga panen dilaksanakan oleh para WBP dibantu oleh pegawai.
"Para WBP yang terlibat kegiatan juga dibekali materi serta pengetahuan dalam menanam bawang merah oleh UD RIS, mereka mendapatkan advokasi," jelasnya.
Selain penanaman bawang merah, lanjut Marten, Lapas Bukittinggi juga memiliki program pembinaan lain berupa budidaya itik petelur dan jasa pencucian kendaraan.
Pada bagian lain, Andika Dwi Prasetya sebagai pimpinan dari seluruh Lapas atau rumah Tahanan Negara (Rutan) yang ada di Sumbar menyatakan pihaknya akan terus memperbanyak kegiatan pertanian maupun perkebunan yang cocok dengan kondisi daerah.
Menurutnya dengan jika setiap Lapas atau Rutan aktif dalam kegiatan pertanian maka secara tidak langsung akan turut mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Harapan kita bersama agar seluruh UPT bisa mendorong tercapainya program pemerintah tentang ketahanan pangan nasional, seperti yang dilakukan Lapas Bukittinggi" harapnya.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026