Logo Header Antaranews Sumbar

Pesisir Selatan masih berpotensi bangun tiga pabrik kelapa sawit

Selasa, 1 November 2022 09:10 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Pesisir Selatan Mardianto

Painan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memiliki potensi untuk membangun tiga pabrik kelapa sawit baru di daerah itu, mengingat luasan lahan kebun kelapa sawit yang dikelola Hak Guna Usaha (HGU) dan swadaya masyarakat masih luas.

“Pessel ada potensi membangun tiga PKS baru. Pasalaya melihat pada lahan sawit (HGU) dikelola pabrik yang ada, dibandingkan kebun petani swadaya justru lebih luas,” kata kata kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan, Madrianto di Painan, Senin.

Data Distanak menunjukan dari total 77.938 hektare luas kebun sawit di Pessel (data BPS 2020), lahan Hak Guna Usaha (HGU) dikelola PKS tercatat 36.000 hektare. Sedangkan lahan kebun petani tercatat seluas 41.938 hektare, dan yang bermitra dengan PKS setempat hanya tiga persen atau 1.258 hektare.

Sedangkan, kebun swadaya diluar mitra memiliki luas 40.680 hektare. Sedangkan HGU ditambah mitra hanya 37.258 hektare.

“Kalau dilihat perbandingan tersebut, kebun swadaya menguasai 52 persen dari total luas kebun sawit di sini ,” ujar ungkapnya sembari menambahkan di sisi produksi (panen), kebun swadaya jelas lebih banyak dibanding lahan HGU plus Mitra PKS.

Bisa jadi, ini salah satu penyebab fluktuasi harga TBS di Pessel, dikarenakan PKS tak mampu menampung Tandan Buah Segar (TBS) sawit swadaya.

“Jadi berpijak dari perihal tadi, kami (Pemkab Pessel) berkeyakinan, dapat membangun 3 buah PKS baru lagi,” ungkapnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026