
Pemkab Pasaman Barat dukung UKM kembangkan usaha emping jagung
Rabu, 26 Oktober 2022 20:26 WIB

Simpang Empat, - (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mendukung usaha emping jagung dikembangkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai oleh-oleh khas daerah itu karena didukung oleh potensi bahan baku jagung yang melimpah.
"Data terakhir luas tanaman jagung di Pasaman Barat mencapai 43.907 hektare lebih dengan produksi 311.576 ton," kata Bupati Pasaman Barat Hamsuardi di Simpang Empat, Rabu.
Ia mengatakan masyarakat perlu memilih usaha emping jagung ini didasari oleh kurang adanya produk atau oleh-oleh khas dari Pasaman Barat yang benar-benar di butuhkan oleh masyarakat yang ingin bepergian keluar daerah atau sebagai buah tangan bagi rekan kerja, keluarga dan sahabat.
Selama ini, katanya, masyarakat banyak menjual jagung untuk pakan ternak ke Payakumbuh. Produk turunannya seperti emping jagung dan makanan lainnya juga harus dikembangkan.
"Kita mendorong Usaha Kecil Menengah bagaimana membuat usaha emping jagung. Selain bantuan peralatan dan modal juga dibantu pembinaan sumber daya manusia serta pemasarannya," ujarnya.
Salah seorang pengusaha muda emping jagung di Pasaman Barat Ade Media Saputera mencoba menghasilkan produk yang disentuh dengan inovasi baru dan varian serta kemasan baru emping jagung.
Ia membuat emping Jagung mentega dengan lima varian rasa yaitu original, manis, balado, ekstra balado dan coklat pada tahun 2021.
Selanjutnya, dikemas dengan kemasan yang berbeda dengan yang lain, dikemas dengan kemasan plastik berwarna-warni sehingga tampilannya sangat menarik seperti produk pabrikan dan nilai produk akan naik dengan kemasan yang bagus.
Emping jagung mentega itu, katanya, untuk saat ini bisa di dapatkan di beberapa mini market di Pasaman Barat dan di Kota Padang, juga bisa dipesan secara daring dan juga tersedia di beberapa e-commerce nasional atau lokapasar.
Menurut dia, hingga saat ini emping jagung mentega sudah menjadi pilihan dan sering di bawa sebagai oleh-oleh masyarakat ingin keluar kota dan juga sering di bawa lembaga swasta ke luar kota dan ke Jawa.
Ia mengaku emping jagung mentega mendapatkan dukungan penuh oleh Pemkab melalui Dinas Koperasi dan UKM berupa peminjaman mesin-mesin produksi dan juga dalam bentuk pengembangan usaha seperti pelatihan-pelatihan dan juga mempromosikan produk keluar daerah.
"Untuk saat ini penjualan masih belum cukup besar, kisaran 800 sampai 1000 bungkus per bulannya. Dengan harga di pasaran Rp12.000 per bungkusnya," sebutnya.
Ia mengutarakan harapannya agar emping jagung ini tidak hanya menjadi oleh khas Pasaman Barat, namun oleh-oleh khas Sumbar dan bisa terkemuka di pasar nasional.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
