
Pria Bersenjata Bunuh Perwira Militer di Libya

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menembak hingga tewas seorang perwira senior militer di Kota Dernah, Libya Timur-laut, dan melukai putra perwira itu, kata satu sumber keamanan setempat kepada Xinhua. "Penyerang yang tak dikenal membunuh Komandan Adnan Alnobar dari Pasukan Tameng Libya setelah ia melaksanakan Shalat di Masjid Sahaba di pusat kota," kata sumber tersebut. Beberapa peluru juga mengenai putra komandan itu, yang dibawa ke satu pusat perawatan medis lokal setelah ia menderita luka parah, sumber tersebut menambahkan sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Alnobar adalah salah seorang perwira pertama militer Libya yang membelot dari pemerintah mantan presiden Muamar Gaddafi dan bergabung untuk melawan dia dalam perang saudara 2011, yang berakhir dengan kematian penguasa Libya selama beberapa dasawarsa itu dan terbentuknya pemerintah peralihan. Namun setelah terbebas dari Gaddafi hampir dua tahun lalu, Libya masih jauh dari kedamaian dan kemakmuran akibat pemerintah sentral yang lemah. Sementara itu, kehadiran bermacam dewan militer lokal pada masa perang menimbulkan bahaya yang terus mengancam kestabilan negeri tersebut. Pada Sabtu (27/7), hampir 1.200 terpidana melarikan diri dari penjara di Al-Kuifiya di Kota terbesar kedua di Libya, Benghazi, Libya Timur, pusat perlawanan terhadap pemerintah Gaddafi. Ahad malam, dua ledakan kuat terjadi di dekat gedung pengadilan di kota yang sama, melukai 10 orang dan menyebabkan kerusakan, kata satu sumber keamanan dan saksi mata. Ledakan itu terjadi sehari setelah 1.000 tahanan melarikan diri dalam kerusuhan penjara di kota Libya Timur tersebut. Mohamed Hijazi, Juru Bicara Dinas Keamanan di Benghazi, mengatakan ledakan itu disebabkan oleh dua bom tas. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
