
Kadisdik Pesisir Selatan : Pendidik pengemban tugas kemanusiaan bukan pekerja
Sabtu, 30 Juli 2022 15:09 WIB

Painan (ANTARA) -
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Salim Muhaimin menyatakan tugas sebagai pendidik bukan semata soal pekerjaan, tapi lebih pada persoalan kemanusiaan.
Jika hanya sebatas pekerjaan selesai sudah ketika saat pensiun, namun profesi sebagai pendidik tidak terbatas ruang dan waktu selama hayat di kandung badan. Prinsip itu mesti tertanam dalam sanubari setiap insan pendidikan.
"Tidak hanya bagi guru, juga pengawas. Harus sejalan. Makanya Mas Nadiem lebih suka pengawas itu disebut pendamping," ungkapnya saat menghadiri temu rutin pengawas tingkat SD di Lunang.
Selain seluruh pengawas pertemuan yang digelar di SD 05 Kecamatan Lunang itu juga dihadiri segenap Koordinator Pendidikan (Kordik). Kasi Kurikulum Disdikbud, Dedi Eka Putera dan Kepala Sekolah se Kecamatan Lunang dan Silaut.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut Salim beserta rombongan menyempatkan diri meninjau proses belajar mengajar di SD 03 Inderapura Kecamatan Pancung Soal, sekaligus beraudiensi dengan majelis guru dan siswa setempat.
Ia melanjutkan apa yang dilakukan tenaga pendidik saat ini merupakan penentu bagi masa depan daerah. Generasi penerus mesti disiapkan sejak dini untuk mengelola anugerah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
Anak-anak Pesisir Selatan harus disiapkan sebagai generasi yang berdaya saing, tak hanya skala lokal, namun juga internasional. Mereka harus berdaulat dengan potensi daerah sendiri, sehingga tidak menjadi pekerja di tanahnya sendiri.
"Mereka generasi penerus harus jadi tuan di rumahnya sendiri. Mereka harus berdaulat dengan warisan kekayaan alam ini. Anak kita tidak kalah dengan daerah lain. Kita dianugerahi asupan omega 3 yang cukup," tegas mantan kepala SMA 3 Painan itu.
Pemerintah kabupaten memiliki komitmen yang jelas guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah, bahkan tertuang jelas dalam RPJMD 2021-2026 yang menjadikan kemudian sebagai arus utama pembangunan.
Masyarakat Pesisir Selatan kini tidak lagi sekedar subjek pembangunan, tapi juga sebagai objek. Pemerintah kabupaten kini terus melakukan terobosan lewat berbagai kebijakan, mulai subsidi pendidikan hingga lahirnya sekolah-sekolah unggul.
Karenanya Salim meminta pengawas senantiasa mendampingi seluruh guru penggerak, sehingga program kurikulum merdeka belajar berjalan sebagaimana mestinya di daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona' itu.
Ia merinci Pesisir Selatan kini telah memulai kurikulum merdeka belajar pada 268 SD dari total 404 SD. Kemudian 48 SMP dari total 78 SMP yang ada dan 6 sekolah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pelaksanaan telah didukung 110 orang guru penggerak. Saat ini dominasi merdeka belajar di Pesisir Selatan adalah mandiri berbagi. Artinya tiap guru penggerak wajib mengimbaskan pada 10 guru di sekitarnya.
"Kami terus mendorong sekolah-sekolah yang belum memulai agar segera memulai. Bisa mandiri, melalui sekolah penggerak atau sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 yang disederhanakan," terang Salim.
Pada kesempatan itu Kasi Kurikulum SD Disdikbud Dedi Eka Putera menyampaikan peran penawas bukanlah laksana mandor yang harus ditakuti para guru, tapi harus lebih pada pengayom.
Kedatangan pengawas ke sekolah harus menjadi sesuatu yang dinantikan, bahkan dirindukan setiap guru. Dengan kata lain pergi tempat beberita, datang sebagai tempat bertanya.
"Pengawas jadi pengurai segala persoalan sekolah, bukan justeru menjadi beban baru. Istilahnya semacam majesti. Dirindukan," sebutnya.
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
