Logo Header Antaranews Sumbar

Bentrokan Baru Tentara-Pemberontak Terjadi di Sudan

Minggu, 28 Juli 2013 07:01 WIB
Image Print

Khartoum, (Antara/Reuters) - Bentrokan baru antara tentara Sudan dan pemberontak Sabtu meletus di negara bagian penghasil minyak utama Kordofan Selatan, yang berbatasan dengan Sudan Selatan, kata para saksi dan pemberontak. Kekerasan cenderung memperburuk hubungan antara tetangga-tetangga Afrika, karena Khartoum menuduh Juba mendukungpemberontak yang beroperasi di tanah Sudan dan menggunakan wilayah Selatan sebagai basis mundurnya. Namun Juba membantahnya. Para warga di Dalang, salah satu kota terbesar di Kordofan Selatan, mengatakan mereka bisa mendengar tembakan dan ledakan-ledakan. "Ada bentrokan di luar kota dan sekarang tentara meningkatkan keamanan di dalam kota," kata seorang warga, yang menolak disebutkan namanya. Gibril Adam, juru bicara Gerakan Keadilan dan Persamaan(JEM) di wilayah barat Darfur, mengatakan pasukannya telahmenyerang tentara di luar Dalang. "Kami membuat mereka kalah," katanya. Juru bicara militer Sudan Al-Sawarmi Khalid tidak bisa segera dihubungi di telepon genggamnya. Tidak ada rincian lebih lanjut yangtersedia. Pertempuran itu terjadi pada saat Uni Afrika (AU) mencoba untuk menengahi perselisihan antara Sudan dan Sudan Selatan atas dugaanmendukung pemberontak. Para diplomat mengatakan kelompok garis keras di antara pemberontak dan tentara Sudan biasanya mencoba untuk membangkitkan bentrokan selama seperti upaya mediasi karena mereka tidak ingin penyelesaian damai. JEM adalah bagian dari aliansi pemberontak yang berusaha untukmenggulingkan Presiden Omar Hassan al-Bashir, menuduhnya mengabaikan perbatasan Sudan. Pada Jumat, Sudan menerima usulan Uni Afrika untuk memperpanjang dua pekan batas waktu 7 Agustus untuk menutup dua pipa minyak lintas batas dengan Juba Sudan Selatan kecuali memotong hubungan dengan pemberontak. Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan pada tahun 2011 di bawah kesepakatan damai mengakhiri beberapa dekade perang saudara, namun keduanya berselisih atas dukungan pemberontak dan wilayah perbatasan yang disengketakan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026