
Brimob dan Sabhara Terlibat Insiden Polisi Baru

Jakarta, (Antara) - Puluhan anggota Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jawa Tengah dan Sabhara Polda Jawa Tengah yang terlibat insiden di kantor Direktorat Sabhara Polda Jawa Tengah, Mijen, Semarang, Rabu malam (24/7) merupakan polisi yang baru bertugas di Polda Jateng. "Para Bripda yang terlibat dalam insiden semalam, mereka baru bertugas di Polda Jateng setelah pendidikan enam bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN)," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Jakarta, Kamis. Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polda Jateng saat ini masih memeriksa 30 anggota Satbrimob dan beberapa anggota Sabhara yang terlibat pertikaian tersebut dengan status sebagai saksi dan terperiksa untuk kasus pelanggaran disiplin. Pihaknya menegaskan pendidikan di SPN selama ini telah dilengkapi dengan kurikulum berupa pelatihan-pelatihan sikap dan mental sebagai pola pengasuhan untuk membentuk karakter dan pribadi seorang polisi yang kokoh dan sosial terhadap sesama dan masyarakat. "Bahkan pelatihan mental itu nggak pernah berhenti selama dia bertugas. Kan penugasan-penugasan dari atasan juga melatih mental mereka," katanya. Menurut dia, insiden tersebut terjadi bukanlah karena sentimen antarsatuan di instansi Polri, tetapi disebabkan adanya kesalahpahaman diantara anggota Polri. Ronny menjelaskan kejadian tersebut berawal dari pengiriman Blackberry Messenger (BBM) yang mengakibatkan kesalahpahaman. Sehingga Rabu (24/7) sekitar pukul 22.30 WIB sebanyak 30 anggota Satbrimobpolda Jateng menyambangi kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng yang beralamat di Jalan Hadi Subeno, Mijen, Semarang untuk menanyakan perihal isi BBM yang diduga bernada menghina salah satu anggota Satbrimobpolda Jateng. Saat itu, adu mulut pun terjadi dan berlanjut dengan aksi perkelahian fisik sehingga mengakibatkan delapan orang luka-luka baik dari pihak Sabhara maupun Brimob. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
