
Seorang Tahanan Rutan Batam yang Kabur Menyerahkan Diri

Batam, (Antara) - Achyar Adli, tahanan kasus narkoba Rutan Baloi Batam yang kabur Rabu pagi akhirnya menyerahkan diri diantar keluarga sekitar pukul 15.00 WIB. "Dia komunikasi dengan keluarga. Selanjutnya keluarga menghubungi kami dan disarankan untuk menyerahkan diri," kata Dorkas Lominori, mewakili pengacara dari Kantor Bantuan Hukum Hartono dan Rekan, Kamis. Ia mengatakan, saat Achyar lari dan menghubungi keluarga, pihak keluarga langsung menghubungi pengacara. "Keluarga berpendapat, Achyar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akhirnya setelah dibujuk Achyar mau menyerahkan diri," kata dia. Menurut keluarga, kata dia, Achyar lari karena dipaksa oleh sesama tahan di Blok A-I yang diisi 31 tahanan. "Pengakuannya dia lari karena dipaksa. Bukan atas kehendak sendiri," kata Dorkas. Achyar Adli merupakan tahanan kasus narkoba yang masuk pada 2 Juli 2013. Hingga saat ini 10 tahanan masih dinyatakan kabur dari Rutan Baloi Batam pada Rabu pagi. Sementara dua orang sudah berhasil ditangkap. Satu ditangkap Rabu pagi sesaat setelah lari, dan satu atas nama Achyar menyerahkan diri. Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Endjang Sudrajat mengatakan pihaknya sudah menyebar foto tahanan kabur ke seluruh tempat strategis di Batam. Ia mengatakan, sejumlah petugas juga melakukan sweeping di sejumlah titik di Batam mencegah larinya tahanan keluar Batam. "Kami sudah perintahkan semua jajaran untuk bersiaga di semua titik keluar Batam," kata Endjang. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
