Logo Header Antaranews Sumbar

PT Semen Padang bantu pengembangan tanaman kaliandra

Senin, 28 Maret 2022 21:12 WIB
Image Print
Pegawai Perum Perhutani KPH Semarang memeriksa tanaman gamal di tempat pesemaian bibit BKPH Tanggung, Desa Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2020). Perum Perhutani membudidayakan tanaman gamal (Gliricidia sepium) dan kaliandra merah (Calliandra calothyrsus) itu untuk dikonversi menjadi pelet kayu (wood pellet) sebagai bahan baku energi pembangkit listrik tenaga biomassa yang dapat menggantikan bahan bakar seperti batu bara dengan potensi pasar ekspor Korea Selatan. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Padang (ANTARA) -
PT Semen Padang membantu pengembangan tanaman kaliandra yang disebut bisa dijadikan sebagai bahan bakar pengganti batubara.

Tim Peneliti Energi Terbarukan Universitas Negeri Makassar Harianto Albar di Padang, Senin mengatakan potensi budidaya tanaman kaliandra cukup bagus di Sumbar.

"Saya bawa dari Sulawesi bibitnya sebanyak 20 kilogram , dan ini akan dibudidayakan PT Semen Padang. Karena, potensi budidaya tanaman kaliandra ini di Sumbar cukup bagus potensinya. sebab, tanahnya bagus, dan untuk dataran ketingginya juga bagus," katanya.

Tanaman kaliandra, katanya, bisa berkembang di daerah yang berada di dataran tinggi, atau 100 meter dari permukaan laut (mdpl).

Tanaman kaliandra ini banyak manfaatnya. Untuk pohonnya bisa dijadikan sebagai bahan bakar pengganti batubara. Sedangkan daunnya, mengandung protein yang cukup tinggi.

"Daunnya ini bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, bisa digunakan untuk peternakan. Masyarakat sekitar hutan bisa diarahkan sebagai petani terintegrasi dengan hutan. Begitu juga dengan bunga kaliandra, bisa digunakan untuk budidaya madu," ujarnya.

Di Indonesia, kaliandra ini banyak dikembangkan di Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Bahkan di beberapa daerah di Sulawesi sudah diarahkan untuk budidaya tanaman kaliandra. Uji coba pohon kaliandra dalam bentuk bahan bakar sekian puluh ton juga sudah dilakukan.

"Pernah kami uji coba di pembangkit listrik PLN di Sulawesi, dan alhamdulillah hasilnya cukup bagus. Dan ini berangkat dari riset yang kami lakukan, di mana angka kalori bahan bakar dari pohon kaliandra ini tinggi nilainya, 5200-5400 dengan kadar air kurang dari 10 persen," katanya.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026